Saturday, November 14, 2020

Dua puluh dua tahun kemudian, keluarga korban Semanggi berjuang keras untuk mencari keadilan


Seputardalamberita:
Dua puluh dua tahun sejak gerakan mahasiswa 1998 dilancarkan oleh mahasiswa melawan mantan orang kuat Indonesia Soeharto, keluarga para korban tragedi Semanggi masih melakukan apa saja untuk mencari keadilan, meski keyakinan mereka pada pemerintah semakin menyusut. Kemenangan yang jarang terjadi 

dalam gugatan baru-baru ini yang diajukan oleh keluarga korban kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin sempat membawa harapan kepada keluarga bahwa akan ada komitmen yang lebih kuat dari pemerintah untuk menyelesaikan kasus tersebut. Namun, sentimen tersebut segera mereda setelah Kejaksaan Agung 

mengajukan banding atas putusan bersalah tersebut. “Atas banding yang diajukan, saya ingin bertanya kepada Kejaksaan Agung dan Presiden, sampai kapan? Sampai kapan kita harus menunggu Presiden memenuhi janjinya? Sampai kapan kejaksaan akan menegakkan hukum tentang pengadilan HAM? AGENDOMINO 

Maria Catarina Sumarsih, salah satu ibu korban, mengatakan pada Jumat mempertanyakan komitmen Presiden Joko “Jokowi” Widodo. Putra Sumarsih, Benardinus “Wawan” Realino Norma Irawan, termasuk 

di antara mereka yang tewas dalam protes mahasiswa besar-besaran dari 11 hingga 13 November 1998, yang juga dikenal sebagai tragedi Semanggi I. Sejak itu, Sumarsih berjuang bersama keluarga korban dan aktivis lainnya untuk mencari keadilan.

0 comments:

Post a Comment