Tuesday, November 17, 2020

Asosiasi pariwisata menyebut kerugian lebih dari Rp 100 triliun akibat COVID-19


Seputardalamberita:
Kerugian industri pariwisata akibat pandemi telah melebihi Rp 100 triliun (US $ 7,1 miliar), kata asosiasi bisnis. Data Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menunjukkan bahwa situasi saat ini telah menyebabkan PHK besar-besaran di dalam industri, dengan sekitar 550.000 karyawan hotel, atau sekitar 

78,5 persen dari total pekerja yang terdaftar di industri, sudah cuti atau di-PHK. Di industri restoran, sekitar 1 juta dari 1,5 juta pekerja restoran yang terdaftar juga telah diberhentikan atau diberhentikan sejak awal wabah di Indonesia, kata PHRI. "Meski kami belum mengupdate [data] kondisi industri pariwisata 

hingga kuartal ketiga, kami bisa mengatakan kerugian pendapatan melebihi Rp 100 triliun pada awal November," kata Ketua PHRI Hariyadi Sukamdani saat konferensi pers online, Senin. . "Bisnis pariwisata paling menderita selama pandemi meskipun kami menerapkan protokol kesehatan yang ketat." Industri 

pariwisata adalah salah satu sektor yang paling terpukul selama pandemi COVID-19, karena orang membatasi aktivitas mereka dan membatalkan rencana liburan mereka. Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kedatangan turis asing merosot 70,57 persen year-on-year antara Januari-September menjadi 3,56 juta pengunjung.AGENDOMINO 

Hariyadi, serta total 18 asosiasi bisnis di bawah Visit Wonderful Indonesia Board (VIWI), juga mengkritisi inkonsistensi pelaksanaan pembatasan sosial skala besar (PSBB) pemerintah. Kritik terhadap PSBB muncul setelah serangkaian pertemuan massal di dan dekat ibu kota yang berpusat di sekitar kembalinya 

pemimpin Front Pembela Islam (FPI) yang kontroversial, Rizieq Shihab, dari pengasingan diri di Arab Saudi pekan lalu. Pertemuan tersebut antara lain akad nikah putri Rizieq Sabtu lalu, yang juga sekaligus sekaligus dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang menarik ribuan tamu.

0 comments:

Post a Comment