Tuesday, November 17, 2020

Asosiasi pariwisata meminta Anies mengakhiri PSBB transisi


Seputardalamberita:
Visit Wonderful Indonesia (VIWI) Board, sebuah organisasi payung untuk 18 asosiasi pariwisata, telah meminta Gubernur Jakarta Anies Baswedan untuk tidak memperpanjang batasan publik yang bertujuan untuk menurunkan infeksi virus corona, yang dijadwalkan berakhir pada 22 November. Ketua Dewan 

VIWI Hariyadi B. Sukamdani mengatakan, pembatasan sosial skala besar transisi (PSBB) tidak efektif dalam menahan penyebaran COVID-19. Dia mencatat bahwa telah terjadi banyak pelanggaran protokol kesehatan selama masa transisi dan pemerintah gagal menanggapinya. Hariyadi mengatakan, jika PSBB 

transisi dicabut, semua aktivitas akan kembali normal. “Artinya tidak ada lagi batasan kapasitas dan jam operasional [usaha],” jelasnya. Hariyadi melanjutkan, industri pariwisata telah memenuhi apa yang disebut dengan protokol "normal baru" dan bahwa pengurus berkomitmen untuk mematuhi aturan 3M: 

menggunakan masker, mencuci tangan (cuci tangan) dan menjaga jarak (physical distancing) dalam upaya melindungi konsumen dari penyebaran COVID-19. “Kami siap [mematuhi] protokol kesehatan dan keselamatan,” ujarnya seraya menambahkan bahwa semua pemangku kepentingan pariwisata, seperti 

hotel, restoran, pusat perbelanjaan, serta agen perjalanan, telah mengantisipasi semua kemungkinan skenario terkait penularan COVID-19. Survei baru-baru ini oleh lembaga survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk menginginkan pemerintah untuk mengakhiri 

PSBB sehingga memungkinkan aktivitas ekonomi yang tidak dibatasi. Survei mitigasi COVID-19 terkait kepentingan ekonomi dan kesehatan, yang dilakukan dari 24 September hingga 30 September dan melibatkan 1.200 responden di masing-masing 34 provinsi di negara itu, menunjukkan bahwa 55 persen AGENDOMINO 

responden menginginkan kebijakan PSBB dihentikan untuk mendukung. ekonomi. Sementara itu, 39 persen responden menginginkan PSBB dilanjutkan guna menanggulangi penularan virus corona, kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Burhanuddin Muhtadi. Selain Pengurus VIMI, Asosiasi Agen 

Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) juga mendesak Pemprov DKI Jakarta menghentikan PSBB transisi. Wakil Ketua ASITA Budijanto Arijansjah seperti dikutip Bisnis.com mengatakan PSBB peralihan itu perlu diakhiri, karena biro perjalanan hanya bisa bertahan hingga akhir tahun ini.

0 comments:

Post a Comment