Seputardalamberita:Rombongan Bupati Brebes Idza Priyanti yang mendampinginya ke beberapa wilayah di Jawa Timur dari 7 November hingga 10 November, telah menyumbang sedikitnya 36 kasus baru COVID-19 ke wilayah tersebut. Idza didampingi oleh sejumlah pejabat administrasi dalam kunjungan ke Malang, Jawa Timur,
dan Gn. Bromo dengan bus. Sepulangnya ke Brebes, Jawa Tengah, suami Idza yang ikut dalam trip tersebut ternyata mengidap COVID-19. Puluhan anggota rombongan juga dinyatakan positif COVID-19 usai penelusuran kontak. Namun, beberapa orang lain dalam perjalanan itu, termasuk dua anak Idza dan
seorang sopir, bebas dari virus tersebut. Dari 36 orang yang terjangkit COVID-19, 34 orang dikabarkan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari, sedangkan dua orang lainnya dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes. "Bupati sudah lima kali tes usap, dan hasilnya negatif," kata Kepala Dinas
Kesehatan Brebes Sartono, Sabtu, seperti dikutip kompas.id. Dia menambahkan, transmisi mungkin terjadi di bus. “Mereka menghabiskan waktu berkaraoke di bus. Orang biasanya melepas topengnya saat berkaraoke, dan mereka cenderung berjalan-jalan. Jadi ada tetesan, dan bus itu tempat tertutup, AGENDOMINO
tambahnya. Sartono mengakui pentingnya perjalanan untuk bekerja tetapi mengatakan protokol kesehatan harus diikuti setiap saat. Badan tersebut, tambahnya, telah membuat video yang menguraikan pedoman untuk perjalanan yang aman selama pandemi. “Penting untuk selalu melakukan tes skrining, seperti tes
cepat, untuk perjalanan darat seperti itu. Selanjutnya, desinfeksi bus sebelum menabrak jalan dan pastikan hanya terisi hingga setengah kapasitas. Beristirahatlah saat Anda di jalan - tidak ada sesi karaoke, ”katanya. Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengingatkan PNS agar ekstra hati-hati
saat dalam perjalanan kerja. Gubernur mengatakan dia tidak akan melarang perjalanan seperti itu tetapi menyarankan agar pegawai negeri mengurangi frekuensinya. “Jika mereka ingin piknik bersama keluarga, silakan lakukan tapi mungkin ke tujuan terdekat. Atau mungkin mereka perlu mengikuti seminar tentang Mt. Bromo. Lanjutkan. Tapi saya rasa Anda tidak menghadiri seminar di Mt. Bromo, "katanya. “Oleh karena itu, untuk semua PNS khususnya, harap menahan diri.







0 comments:
Post a Comment