Saturday, October 17, 2020

Waspadai penularan COVID-19 di pesawat: Epidemiologis


Seputardalamberita:
Terlepas dari pandemi, pemerintah mengizinkan orang untuk bepergian selama mereka mematuhi protokol kesehatan COVID-19. Namun, seorang ahli menyarankan agar orang yang bepergian dengan pesawat lebih berhati-hati tentang kemungkinan penularan virus di kabin. “Virus bisa berkembang biak dengan 

cepat di lingkungan seperti kabin pesawat,” kata ahli epidemiologi Tifauzia Tyassuma, seperti dikutip tempo.co, Kamis. Dia menambahkan bahwa area tertutup tanpa ventilasi dan dengan sedikit sinar matahari menempatkan penghuni pada risiko tinggi penularan. Pesawat terbang adalah salah satu area yang sangat 

menular. “Pesawat terbang adalah salah satu tempat paling tidak sehat [selama pandemi],” kata Tifauzia, menambahkan bahwa para pelancong harus tetap waspada terhadap kemungkinan penularan. Semua maskapai penerbangan di Indonesia telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat dalam 

pengoperasiannya, termasuk wajib menggunakan masker selama perjalanan dan persyaratan bahwa wisatawan menunjukkan hasil tes COVID-19 yang tidak reaktif atau negatif. Kementerian Perhubungan juga telah membatasi okupansi pesawat hingga 70 persen dari kapasitas tipikal mereka untuk AGENDOMINO 

memfasilitasi jarak fisik. Direktur maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan sebelumnya bahwa sistem sirkulasi udara di dalam pesawat lebih aman daripada di rumah dan di kantor. Garuda, kata dia, menggunakan filter udara partikulat efisiensi tinggi (HEPA), perangkat yang 

terbuat dari serat rajutan yang sangat erat yang menangkap dan menghilangkan kotoran dari udara. “Filter HEPA membersihkan sirkulasi udara. Selain itu, udara di dalam kabin bersirkulasi secara vertikal, sehingga tidak menyebar, ”kata Irfan, 24 Juli lalu. Dengan filter HEPA, Irfan mengatakan patogen di kabin 

AGENPOKER 

bisa hilang, karena udara di dalam kabin akan dibuang ke luar. Secara internasional, industri penerbangan telah membentuk tiga inisiatif kesehatan dan keselamatan baru untuk meyakinkan penumpang, AFP 

melaporkan pada bulan Agustus. Bersamaan dengan mewajibkan penggunaan masker pada penerbangan, maskapai penerbangan juga mengambil tindakan pencegahan lain yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk meyakinkan wisatawan bahwa mereka dapat sekali lagi terbang ke langit.

0 comments:

Post a Comment