Seputardalamberita:Koordinator relawan COVID-19 Andre Rahadian telah mengundang lulusan kesehatan masyarakat untuk bergabung dengan timnya untuk membantu negara melawan virus corona. Andre mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu bahwa lulusan kesehatan masyarakat yang dibutuhkan akan dikerahkan
sebagai relawan pelacakan kontak. Dia melanjutkan, tim relawan COVID-19 selama ini berjumlah 32.000 orang, dengan 6.500 di antaranya siap ditempatkan di puskesmas di seluruh negeri. “Kami mengundang [mereka yang memiliki gelar kesehatan masyarakat] untuk menjadi relawan di Puskesmas di wilayahnya
masing-masing,” tambahnya. Menurut Andre, Indonesia memiliki sedikitnya 1.800 Puskesmas, dengan masing-masing puskesmas membutuhkan total lima petugas, terdiri dari tiga pegawai negeri dan dua relawan yang melakukan penelusuran. “Pelacakan adalah tugas yang sangat sensitif karena mereka harus .AGENDOMINO
mengumpulkan informasi tentang bagaimana orang tertular COVID-19,” katanya, seraya menambahkan bahwa tim sukarelawan sedang fokus pada perubahan perilaku publik untuk menghentikan penularan virus. “Satu-satunya cara untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan memastikan masyarakat sadar
akan virus tersebut dan konsisten,” kata Andre, yang merupakan Ketua Alumni Universitas Indonesia (Iluni). Tim sukarelawan COVID-19 dibentuk pada bulan Maret, dan telah menghindari segala bentuk pertemuan atau kegiatan menarik massa, pendekatan yang tidak biasa untuk upaya kemanusiaan. Andre
menuturkan, di antara tantangan yang dihadapi para relawan adalah penanganan bencana kesehatan yang diperburuk oleh interaksi antar manusia. Relawan ini terbiasa menangani bencana dengan mendirikan pusat layanan, menarik logistik, dan berkumpul. “Tapi untuk pandemi COVID-19, mereka tidak bisa
melakukan pendekatan seperti itu,” katanya, seraya menambahkan bahwa relawan perlu bekerja sama tanpa bisa berkumpul, yang cukup menantang. “Kami mengatur sesi pelatihan virtual dan berkoordinasi satu sama lain sebelum melakukan pekerjaan tetapi tanpa [secara fisik] berkumpul. Namun demikian,
pengaturan tersebut kami ambil sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat tentang perubahan perilaku selama pandemi, ”kata Andre. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan pada hari Rabu bahwa setidaknya 15.000 orang telah mendaftar untuk menjadi
sukarelawan dalam upaya mitigasi COVID-19 sejak April. “Mahasiswa kami [pendidikan tinggi] telah memainkan peran mereka dalam pelayanan publik. Sejak April, setidaknya 15.000 siswa telah berpartisipasi sebagai relawan untuk membantu negara dalam mitigasi pandemi melalui program relawan COVID-19 nasional,







0 comments:
Post a Comment