Saturday, October 3, 2020

Tiga orang ditembak saat melakukan protes atas hasil tes PNS di Papua


Seputardalamberita:
Tiga pria dari distrik Waris di Kabupaten Keerom, Papua, dilaporkan telah ditembak dengan peluru karet ketika polisi berusaha membubarkan massa yang memprotes hasil perekrutan pegawai negeri sipil (CPNS) pada hari Kamis. Salah satu pengunjuk rasa, Karel Maunda, mengaku polisi belum melepaskan tembakan 

peringatan. "Kami kecewa karena polisi langsung menembak [ke kerumunan] dan memukul tiga orang Papua," katanya kepada The Jakarta Post, Jumat. Juru bicara Polda Papua Kombes. Ahmad Mustafa Kamal membenarkan bahwa Obet Swo, Robert May, dan Alan Swo terkena peluru karet yang 

ditembakkan oleh polisi yang berusaha membubarkan massa. Ia menambahkan, pengunjuk rasa telah merusak kantor Bupati Keerom dan membakar gedung Dinas Tenaga Kerja Keerom. Obet dan Robert saat ini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara di Jayapura sementara Alan ditahan di Mabes Polri Keerom. AGENDOMINO

Polisi telah menetapkan tiga dari empat tahanan sebagai tersangka atas dugaan perusakan harta benda dan pembakaran, kata Ahmad tanpa merinci identitas mereka. Sekitar 250 orang memprotes hasil tes seleksi calon PNS 2018 pada Kamis sore. Mereka diduga pergi ke kantor bupati dan mulai melempar batu ke 

gedung tersebut. "Tim keamanan gabungan kemudian melepaskan tembakan peringatan dan gas air mata," kata Ahmad. Massa kemudian melanjutkan protesnya ke Dinas Tenaga Kerja Keerom dan Badan Pemberdayaan Desa, di mana mereka diduga melakukan beberapa kali kebakaran. Ahmad mengatakan 

AGENPOKER 

aparat keamanan mampu meredakan protes setelah berdialog dengan tokoh-tokoh setempat. Situasi sudah terkendali tapi petugas masih berjaga, tambahnya. Naomi Kwambre, putri kepala suku Hubertus Kwambre, menjelaskan, para pengunjuk rasa menilai hasil tes CPNS tidak sesuai dengan aturan yang 

memastikan 80 persen posisi PNS akan jatuh ke tangan warga Papua. Warga yang berkumpul untuk pengumuman itu spontan melemparkan barang-barang ke kantor bupati, '' kata Naomi. Para pengunjuk rasa menduduki kawasan tersebut hingga pukul 20.00 waktu setempat dan memblokir jalan di dekat kantor bupati.

0 comments:

Post a Comment