Seputardalamberita:Menjelang musim hujan saat negara menghadapi pandemi, juru bicara satuan tugas COVID-19 Wiku Adisasmito mengingatkan masyarakat, terutama mereka yang terkena dampak banjir, tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan saat tinggal di tempat penampungan sementara karena berpotensi menjadi
infeksi. cluster. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim hujan - yang kerap membawa banjir - akan dimulai pada akhir Oktober atau awal November, namun beberapa daerah sudah melaporkan hujan deras saat peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Hujan deras
menyebabkan banjir di beberapa daerah, termasuk Jakarta dan Jawa Barat pada akhir September. Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat telah mengumumkan keadaan darurat selama 14 hari sebagai tanggapan atas banjir besar yang menggenangi puluhan kabupaten di dua provinsi dan ribuan orangAGENDOMINO
mengungsi akhir bulan lalu. Selain itu, BMKG memprediksikan bahwa negara tersebut akan mengalami dampak La Niña setidaknya hingga Februari 2021. La Niña adalah fenomena meteorologi dimana suhu air permukaan di pita khatulistiwa Samudra Pasifik menjadi sangat rendah secara tidak normal. Hal tersebut
diyakini terjadi setiap dua hingga tujuh tahun sekali dan membawa curah hujan deras ke kepulauan Indonesia yang cenderung memicu bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Fenomena cuaca La Niña juga akan meningkatkan intensitas curah hujan di beberapa bagian negara karena cenderung
menyebabkan cuaca ekstrim di Nusantara. “Pemerintah daerah perlu mengantisipasi dampak banjir terhadap warga yang tinggal di shelter, terlebih mengingat protokol kesehatan yang ketat di huntara akan
sulit dilakukan,” kata Wiku, Selasa. Penampungan tersebut akan menampung banyak orang, oleh karena itu mereka berisiko tinggi menjadi cluster COVID-19 jika tidak kita antisipasi sejak dini, tambahnya. Cara
mencegah hal itu terjadi adalah dengan mematuhi protokol kesehatan, termasuk memakai masker, menjaga jarak secara fisik dan mencuci tangan, kata Wiku.







0 comments:
Post a Comment