Seputardalamberita:Dinas Kesehatan Jawa Barat mengatakan provinsi tersebut membutuhkan setidaknya 72 juta dosis untuk memvaksinasi 36 juta penduduk berusia antara 18 dan 59 tahun dalam program vaksinasi di masa depan. Negara ini sedang mencari cara untuk memungkinkan putaran pertama vaksinasi COVID-19 pada
November dan Desember. Kepala Dinas Kesehatan, Marion Siagian, mengatakan membidik 36 juta penduduk merupakan bagian dari strategi utama provinsi, berdasarkan potensi pengadaan vaksin yang terbatas di masa depan. Sedangkan Jawa Barat berpenduduk hampir 50 juta jiwa. Strategi yang dimaksud
Marion terkait dengan rencana pemerintah pusat untuk membeli vaksin tahap pertama yang akan diberikan kepada 9,1 juta orang di seluruh negeri. Dengan anggaran sebesar itu, Jabar sudah mengusulkan porsi untuk bisa memvaksinasi 3 juta orang. Sejalan dengan itu, Jawa Barat memutuskan untuk bertindak cepat
dengan menyiapkan mekanisme vaksinasi, termasuk mengadakan simulasi yang diadakan di Puskesmas Tapos Depok pada Kamis. “Kami masih menunggu bimbingan teknis lebih lanjut dari pemerintah pusat tentang vaksinasi bagi mereka yang berusia 60 tahun ke atas, serta mereka yang berusia 18 tahun ke bawah,” kata Marion dalam sebuah pernyataan, Jumat. Terkait daftar prioritas vaksinasi pemerintah yang AGENDOMINO
ditujukan kepada petugas kesehatan dan personel Polri dan TNI, Marion mengatakan, Jawa Barat membutuhkan 315.564 dosis vaksin untuk 157.782 orang. “Untuk petugas pelayanan publik, kami membutuhkan paling sedikit 190.496 dosis untuk 95.248 orang. Meski demikian, kami terus memperbaharui penghitungan untuk memastikan mereka yang ada di daftar prioritas dapat ditembak,
tambahnya. Untuk vaksinasi ke depan, Jawa Barat saat ini memiliki 1.094 vaksinasi terlatih dan berencana menambah lagi. Sedangkan untuk pelayanan kesehatan, provinsi ini memiliki total 85.000 tenaga kerja. Setelah tersedia, vaksin perlu disimpan dalam cold storage dengan suhu antara 2 dan 8 derajat Celcius.
Marion mengatakan badan tersebut terus menilai penggunaan unit penyimpanan dingin di semua fasilitas kesehatan di provinsi tersebut. “Vaksin harus disimpan dengan benar sebelum disuntikkan ke dalam tubuh manusia, karena itu penyimpanan dingin. Untuk memastikan perawatan itu, kami harus
memastikan kesiapan unit penyimpanan di fasilitas kesehatan, ”ujarnya seraya menambahkan dari total 354 unit cold storage yang ada, 51 unit rusak. Dalam simulasi vaksinasi hari Kamis, Gubernur Jawa Barat dan Ketua Panitia Penanganan COVID-19 Ridwan Kamil mengatakan suntikan pertama kemungkinan besar akan dipusatkan di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor, Kota Depok serta Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi sebagai daerah yang paling banyak terkena COVID- 19 kasus.







0 comments:
Post a Comment