Seputardalamberita:Masyarakat didorong untuk tidak meninggalkan kota selama akhir pekan panjang yang akan datang pada 28 Oktober hingga 1 November di tengah pandemi COVID-19. Salah satu cara teraman untuk menghabiskan liburan adalah dengan melakukan tur virtual dari kenyamanan rumah Anda sendiri.
Orang-orang semakin kreatif sekarang dengan kemajuan teknologi, kita bisa manfaatkan itu,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Kamis, seperti dikutip tribunnews.com. Ia mengatakan banyak warga Jakarta menghabiskan liburannya di Puncak, Bogor, Anyer atau Bandung. Namun di tengah
pandemi, dia mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berada di luar rumah. Secara terpisah, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memprediksikan akan terjadi kenaikan pergerakan kendaraan hingga 20 persen selama long weekend. Oleh karena itu, menghabiskan liburan di rumah adalah pilihan
yang paling aman. Dia mengatakan jika orang harus meninggalkan rumah mereka, dia mendorong mereka untuk mengikuti protokol kesehatan dan mengatur agar perjalanan mereka sesuai. “Kami prediksi puncak arus keluar kendaraan akan terjadi pada 28 Oktober. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk menghindari perjalanan pada hari itu agar tidak terjadi overcrowding yang berpotensi menimbulkan
cluster transmisi,” kata Budi seperti dikutip tribunnews.com. pada hari Kamis. Menurut data satuan tugas COVID-19 nasional, libur Idul Fitri dari 22-25 Mei dan libur panjang untuk memperingati Hari Kemerdekaan pada Agustus dikaitkan dengan lonjakan kasus COVID-19. Selama Idul Fitri, terjadi
peningkatan 69 hingga 93 persen dalam kasus kumulatif mingguan dalam 10 hingga 14 hari, sementara Hari Kemerdekaan yang diperpanjang akhir pekan mengalami peningkatan 58 hingga 118 persen dalam 10 hingga 14 hari. Sebelumnya, juru bicara satuan tugas, Wiku Adisasmito, mendorong masyarakat untuk AGENDOMINO
menghabiskan akhir pekan panjang di rumah untuk membantu mencegah lonjakan infeksi COVID-19. Dia mengutip sebuah studi oleh Ying Zhou et. Al. pada bulan Agustus yang menyatakan penurunan mobilitas sebesar 20 persen di dalam kota memiliki efek penting dalam mengendalikan penyebaran COVID-19,
meratakan jumlah kasus puncak sebesar 33 persen dan menunda ke puncak selama dua minggu. Selain itu, pengurangan 40 persen dalam mobilitas dapat mengurangi kasus hingga 66 persen dan menunda puncaknya hingga empat minggu. Dicky Budiman, seorang ahli epidemiologi dari Griffith University,
juga memperingatkan bahwa akhir pekan panjang yang akan datang akan menjadi ujian lain bagi upaya mitigasi COVID-19 Indonesia, karena periode liburan dikaitkan dengan peningkatan







0 comments:
Post a Comment