Seputardalamberita:Beberapa kepala daerah di Jawa Tengah sengaja menahan diri untuk melakukan pelacakan dan pengujian COVID-19 untuk mempertahankan status “zona hijau” di wilayahnya, kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. "Beberapa ingin daerahnya disebut zona hijau dan mendapat pengakuan, tetapi mereka tidak melakukan tes [COVID-19]," kata Ganjar, Sabtu, seperti dikutip dari Reuters.
Dia mengatakan bahwa dia sebelumnya memuji beberapa daerah yang melaporkan tingkat rendah, atau bahkan tidak ada kasus, infeksi COVID-19. Namun, baru-baru ini dia mengetahui bahwa daerah tidak melakukan upaya untuk mendeteksi adanya kasus. AGENDOMINO
Meskipun Ganjar menolak untuk mengidentifikasi wilayah tersebut, dia mengatakan telah menuntut pelacakan dan pengujian COVID-19 besar-besaran untuk dilakukan di wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona hijau. Gubernur mencontohkan Kabupaten Banyumas sebagai salah satu contoh daerah yang
melakukan upaya nyata dalam menanggulangi penyebaran penyakit COVID-19 di Jawa Tengah. Dia mengatakan, pemerintah Kabupaten Banyumas sedang melacak warga dengan faktor komorbiditas, seperti diabetes atau hipertensi, dalam upaya mencegah penularan COVID-19 kepada mereka yang berisiko tinggi
terkena penyakit tersebut. “Orang-orang [dengan penyakit penyerta] akan diberikan gelang sebagai tanda bahwa mereka rentan, sehingga masyarakat terhindar dari kontak dekat,” kata Ganjar. Hingga Sabtu, Jawa Tengah mencatat 32.738 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi dengan 2.431 kematian. Provinsi ini memiliki jumlah kasus COVID-19 terbesar keempat di Indonesia, setelah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jakarta.







0 comments:
Post a Comment