Seputardalamberita:Tiga belas perawat yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulawesi Barat di Kabupaten Mamuju mengatakan bahwa mereka tiba-tiba diberhentikan dari pekerjaannya dan masih memiliki
tunggakan gaji. Heri Kuswandi, salah satu perawat yang diberhentikan, mengatakan pada hari Senin bahwa manajemen rumah sakit tiba-tiba meminta 13 perawat yang menangani pasien COVID-19 di rumah
sakit untuk meninggalkan akomodasi mereka. “Kami dibingungkan oleh keputusan mendadak itu. Kami tidak bisa begitu saja [meninggalkan kabupaten] ke kampung halaman masing-masing karena rumah sakit belum membayar gaji kami selama berbulan-bulan, ”kata Heri, seperti dikutip kompas.com. Para perawat
mengatakan mereka berencana untuk menyewa rumah dan tinggal di Mamuju sampai mereka menerima pembayaran. Mereka telah bekerja di bangsal isolasi COVID-19 rumah sakit selama lebih dari lima bulan.AGENDOMINO
Baca Juga: Basah Keringat, Stigma, Perawat Garis Depan Berbagi Perjuangan Mengobati Pasien COVID-19 Direktur RSUD Sulbar Indah Bantah Petugas Medis Dipecat, Mengaku Sebenarnya Diberi Kesempatan Istirahat dari Rutinitasnya Selama Ini lima bulan. “Ini bukan penghentian. Kami hanya memberi waktu
perawat untuk mengisi ulang energinya, ”kata Indah, seraya menambahkan bahwa waktu istirahat juga baik untuk sistem kekebalan mereka. Dia mengakui bahwa beberapa perawat memiliki gaji tetapi mengatakan bahwa pembayaran sedang diproses dan akan segera dikirim ke perawat. (vny) Pelanggar
protokol COVID-19 yang paling banyak dilihat di Probolinggo dipaksa duduk di mobil jenazah dengan peti mati Malaysia melarang masuknya warga negara Indonesia, mengutip kekhawatiran COVID-19 Mari kita imunisasi masa kanak-kanak kembali ke jalurnya







0 comments:
Post a Comment