Seputardalamberita:Beberapa menteri di kabinet Presiden Joko “Jokowi” Widodo telah menyatakan keprihatinannya atas keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk memberlakukan kembali pembatasan sosial skala besar (PSBB) di ibu kota dan kemungkinan dampaknya terhadap pemulihan ekonomi. Menteri
Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan dia khawatir dengan kebijakan PSBB dan pengaruhnya terhadap tren perbaikan kinerja industri, dengan Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur naik menjadi 50,8 poin pada bulan Agustus, atau tepat di atas angka 50, menurut Statistik Indonesia (BPS).
PSBB yang ketat di Jakarta akan berpengaruh pada kinerja industri manufaktur di Indonesia, apalagi jika provinsi lain mengikuti kata Gumiwang saat rapat dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Kamis. Hal senada juga diungkapkan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar. Dia mengatakan AGENDOMINO
sektor industri yang dapat menegakkan protokol kesehatan harus tetap beroperasi selama PSBB. Sementara itu, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengingatkan risiko gangguan jalur distribusi jika langkah PSBB diterapkan kembali, seperti distribusi logistik yang penting bagi dunia usaha. “Lima puluh
persen dari produk domestik bruto [PDB] kita adalah konsumsi. Jika distribusi tidak berjalan dengan baik maka akan mengganggu PDB Indonesia,” kata Suparmanto. Ketidaksepakatan tentang kebijakan PSBB di kalangan menteri itu bertolak belakang dengan apa yang dikatakan Jokowi dalam rapat kabinet paripurna
pada Senin tentang kesehatan sebagai kunci pemulihan ekonomi. Kesehatan yang baik membuat perekonomian menjadi baik. Artinya fokus utama kami adalah kesehatan Jakarta akan
ditempatkan di bawah status PSBB lagi pada hari Senin setelah pembatasan dilonggarkan selama beberapa bulan. Keputusan untuk memberlakukan kembali kebijakan tersebut terjadi di tengah







0 comments:
Post a Comment