Seputardalamberita:Badan Kerjasama Internasional Korea (KOICA), bekerja sama dengan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP), telah meluncurkan proyek senilai US $ 18 juta untuk menyediakan akses ke tenaga surya dan air bersih di daerah terpencil di Indonesia dan Timor-Leste. Proyek empat
tahun, yang disebut ACCESS (Accelerating Clean Energy Access to Reduce Inequality), didanai oleh KOICA dan akan memberi manfaat bagi sekitar 20.000 orang yang tinggal di wilayah target kedua negara. Country Director KOICA Indonesia Jeong Hoe Jin mengatakan agensi tersebut berkomitmen untuk
menyelesaikan proyek untuk memastikan akses ke energi bersih dan mengatasi masalah ketidaksetaraan energi. “Di bawah kerangka Kerja Sama Selatan-Selatan dan Segitiga antara Timor-Leste dan Indonesia, kami akan bekerja sama dengan pemerintah kedua negara untuk menciptakan tujuan bersama sehingga AGENDOMINO
proyek dapat membuat kemajuan yang berarti,” katanya dalam sebuah pernyataan, Kamis. Penjabat kepala perwakilan UNDP Indonesia Sophie Kemkhadze mengatakan proyek itu akan mengubah kehidupan ribuan orang di daerah terpencil di Indonesia Timur dan Timor-Leste yang tidak memiliki akses listrik
yang dapat diandalkan atau terjangkau. “Proyek ini menunjukkan komitmen UNDP, bersama dengan KOICA, untuk menjangkau populasi yang paling terpinggirkan dan mengurangi ketidaksetaraan,” kata Kemkhadze. “Ini juga merupakan aksi iklim, dengan listrik bersih dan terbarukan yang dihasilkan dari
panel surya,” tambahnya. Lebih dari 10 juta orang Indonesia dan sekitar 37.000 keluarga di Timor-Leste tidak memiliki akses listrik yang dapat diandalkan. Di Indonesia, ACCESS akan menjangkau 23 desa di Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan Tengah melalui
pembangunan pembangkit listrik tenaga surya-PV off-grid dengan total kapasitas 1,2 MW. Di Timor Leste, program ini bertujuan untuk menjangkau 25 desa di kotamadya Dili, Manatuto dan Bobonaro melalui penyebaran sekitar 1.000 lampu solar-PV efisiensi tinggi dan 10 pompa air solar-PV untuk
menyediakan akses air bersih. Direktur Jenderal energi terbarukan dan konservasi energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral FX Sutijastoto memuji proyek tersebut, mencatat bahwa ACCESS akan mendukung upaya pemerintah untuk mempercepat pembangunan listrik di daerah terpencil. “Ini
merupakan strategi untuk mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan sejalan dengan target Indonesia untuk meningkatkan pangsa energi terbarukan dalam bauran energi nasional menjadi 23 persen pada tahun 2025,” ujarnya. Ia menambahkan, Ditjen Komitmen untuk mengembangkan
kerjasama teknis dengan Timor Leste. Menteri Administrasi Negara Timor-Leste Miguel Pereira de Carvalho mengatakan listrik seharusnya tidak lagi dianggap sebagai barang mewah







0 comments:
Post a Comment