Seputardalamberita:Seiring dengan upaya Indonesia untuk mengatasi jumlah kasus COVID-19 yang terus meningkat, 82 persen dokter, perawat, dan petugas kesehatan lainnya di seluruh negeri telah menderita kelelahan tingkat sedang dan kelelahan mental dan fisik kronis yang disebabkan oleh kelelahan berkepanjangan dan stres
yang berlebihan, sebuah survei baru-baru ini mengungkapkan. Para ahli mengatakan jumlahnya mengkhawatirkan dan petugas kesehatan sangat membutuhkan bantuan, karena kelelahan dapat
mempengaruhi kesejahteraan dan kinerja pekerjaan mereka. “Kita harus lebih waspada, karena banyak petugas kesehatan yang sudah mengalami burnout sedang. Kalau sudah parah akan semakin sulit diobati, kata Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Ari Fahrial Syam, Jumat.AGENDOMINO
Survei online yang dilakukan oleh tim peneliti Fakultas Kedokteran UI pada bulan Juni hingga Agustus tahun ini melibatkan 1.461 tenaga medis yang terdiri dari dokter, perawat, dokter gigi, bidan, analis
laboratorium, dan apoteker berusia 18 hingga 63 tahun di 34 provinsi. Mayoritas responden (82 persen) melaporkan tingkat kelelahan sedang menurut Maslach Burnout Inventory, yang menilai kelelahan emosional, tanggapan terhadap layanan, perawatan dan instruksi serta perasaan kompetensi dan
pencapaian sukses di tempat kerja. Sementara itu, hanya 17 persen yang melaporkan burnout ringan dan 1 persen mengalami burnout berat. Survei tersebut juga mengungkapkan bahwa risiko menderita burnout
meningkat 1,39 hingga 1,66 kali lipat pada dokter umum dan petugas kesehatan yang menangani pasien COVID-19. “Di antara gejala burnout adalah perasaan kewalahan dan terkuras emosi, hilangnya empati
dan berkurangnya kepercayaan diri, serta gejala fisik seperti lesu,” kata ketua tim peneliti UI Dewi Soemarko







0 comments:
Post a Comment