Saturday, September 5, 2020

COVID-19: Kekhawatiran meningkat saat petugas medis menderita pandemi kelelahan


Seputardalamberita:
Seiring dengan upaya Indonesia untuk mengatasi jumlah kasus COVID-19 yang terus meningkat, 82 persen dokter, perawat, dan petugas kesehatan lainnya di seluruh negeri telah menderita kelelahan tingkat sedang dan kelelahan mental dan fisik kronis yang disebabkan oleh kelelahan berkepanjangan dan stres 

yang berlebihan, sebuah survei baru-baru ini mengungkapkan. Para ahli mengatakan jumlahnya mengkhawatirkan dan petugas kesehatan sangat membutuhkan bantuan, karena kelelahan dapat 

mempengaruhi kesejahteraan dan kinerja pekerjaan mereka. “Kita harus lebih waspada, karena banyak petugas kesehatan yang sudah mengalami burnout sedang. Kalau sudah parah akan semakin sulit diobati, kata Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Ari Fahrial Syam, Jumat.AGENDOMINO 

Survei online yang dilakukan oleh tim peneliti Fakultas Kedokteran UI pada bulan Juni hingga Agustus tahun ini melibatkan 1.461 tenaga medis yang terdiri dari dokter, perawat, dokter gigi, bidan, analis 

laboratorium, dan apoteker berusia 18 hingga 63 tahun di 34 provinsi. Mayoritas responden (82 persen) melaporkan tingkat kelelahan sedang menurut Maslach Burnout Inventory, yang menilai kelelahan emosional, tanggapan terhadap layanan, perawatan dan instruksi serta perasaan kompetensi dan 

pencapaian sukses di tempat kerja. Sementara itu, hanya 17 persen yang melaporkan burnout ringan dan 1 persen mengalami burnout berat. Survei tersebut juga mengungkapkan bahwa risiko menderita burnout 

meningkat 1,39 hingga 1,66 kali lipat pada dokter umum dan petugas kesehatan yang menangani pasien COVID-19. “Di antara gejala burnout adalah perasaan kewalahan dan terkuras emosi, hilangnya empati 

dan berkurangnya kepercayaan diri, serta gejala fisik seperti lesu,” kata ketua tim peneliti UI Dewi Soemarko 

0 comments:

Post a Comment