Monday, August 17, 2020

Perayaan Hari Kemerdekaan diredupkan oleh COVID-19

Seputardalamberita:Indonesia merayakan 75 tahun kemerdekaan dalam suasana hati yang suram pada hari Senin, dengan banyak yang memutuskan untuk mundur dari ritual biasa upacara pengibaran bendera dan kompetisi panjat tiang ketika COVID-19 terus menyebar, sebuah krisis yang menurut seorang sejarawan bisa menjadi salah satunya. dari hal-hal buruk yang pernah dihadapi negara itu dalam sejarah modernnya.

Indonesia melaporkan 1.821 kasus COVID-19 baru pada hari Senin, sehingga total infeksinya menjadi 141.370, data dari gugus tugas virus corona pemerintah menunjukkan.

Sementara negara itu merayakan hari kemerdekaannya pada hari Senin, negara itu menambahkan 57 kematian baru, menjadikan kematiannya menjadi 6.207, jumlah kematian COVID-19 tertinggi di Asia Tenggara. Karena virus corona, Istana Negara memberlakukan protokol kesehatan untuk mencegah AGENDOMINO

penularan COVID-19, sehingga hanya segelintir pejabat dan pejabat yang dapat menghadiri upacara pengibaran bendera, sebuah perubahan radikal dari hiruk-pikuk perayaan tahunan yang biasa. . Langkah-langkah social distancing juga mendorong pengurangan jumlah anggota tim pembawa bendera, yang dipangkas menjadi hanya delapan dari biasanya 68.

Istana Kepresidenan mengatakan jumlah peserta upacara telah dikurangi menjadi hanya 34, termasuk 14 pejabat yang diundang untuk bergabung dalam acara tersebut.

AGENPOKER

tradisinya dalam mengenakan pakaian adat, kali ini ia memilih baju adat Nusa Tenggara Timur yang dibordir dengan motif nunkòlo yang melambangkan persatuan bangsa. Dia didampingi oleh Ibu Negara Iriana, Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Ibu Kedua Wury Estu Handayani.

Ketua MPR Bambang Soesatyo, Ketua DPR Puan Maharani dan Menteri Agama Fachrul Razi termasuk di antara para pejabat yang bergabung dengan Presiden Jokowi pada upacara pengibaran bendera, sementara sebagian besar tamu lainnya mengikuti acara secara online. Para mantan pejabat tinggi, termasuk Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri, Jusuf Kalla, Try Sutrisno, dan Boediono, semuanya mantan wakil presiden, mengikuti upacara secara terpisah melalui konferensi video.

0 comments:

Post a Comment