Seputardalamberita:Pemerintah akan mulai menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp 2,4 juta (US $ 163) untuk para pekerja mulai Kamis sebagai bagian dari langkah terbaru untuk meningkatkan pengeluaran akibat COVID-19, pemerintah telah mengumumkan. Pandemi telah menurunkan pendapatan semua jenis bisnis, dari skala
kecil hingga menengah hingga besar, katanya. “Kami berharap belanja rumah tangga bisa meningkat setelah ini,” kata Jokowi saat peluncuran program tersebut. “Saya kira ini [paket] lengkap yang akan
diberikan kepada tenaga honorer, pemadam kebakaran, pegawai hotel, tenaga kesehatan atau siapapun yang membayar iurannya ke BPJS Ketenagakerjaan [Badan Jaminan Sosial Tenaga Kerja]
Sekitar 15,7 juta pekerja dengan gaji di bawah Rp 5 juta dan terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan akan menerima bantuan bulanan sebesar Rp 600.000 selama empat bulan. Pemerintah mengalokasikan Rp 37,7 triliun dari APBN untuk program tersebut. Tahap pertama program ini akan memberikan bantuan tunai AGENDOMINO
kepada 2,5 juta pekerja, kata Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, seraya menambahkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan sejauh ini telah memverifikasi data 10,8 juta pekerja atau 69 persen dari target. “Bantuan tunai ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat dan mendorong belanja sehingga berdampak
multiplier terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran,” ujarnya di sela acara yang sama, seraya menambahkan bahwa bantuan tunai akan memakan waktu hingga akhir September. . Bantuan tunai akan disalurkan kepada pekerja melalui bank BUMN di bawah naungan Himbara, lanjutnya, seraya
menambahkan bahwa Bank Mandiri akan menyalurkan uang kepada 700.000 pekerja, Bank Negara Indonesia (BNI) kepada 900.000 pekerja, Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk 600.000 pekerja dan Bank Tabungan Negara (BTN) untuk 200.000 pekerja selama tahap pertama.







0 comments:
Post a Comment