Saturday, July 25, 2020
Home »
agen bandar QQ.capsasusun
,
agen bandarQ.agen bola.agent sakong
,
Agen Bola
,
Agen Bola Terpercaya
,
agen domino
,
Agen Kasino
,
agen poker
,
Agen Sbobet
,
Taruhan Bola
,
Taruhan Online Indonesia
» Polisi Jakarta memutuskan kematian editor Metro TV sebagai bunuh diri
Polisi Jakarta memutuskan kematian editor Metro TV sebagai bunuh diri
Seputardalamberita:Polisi Jakarta telah memutuskan bahwa penyebab kematian baru-baru ini dari editor video untuk stasiun TV swasta Metro TV adalah bunuh diri yang dipicu oleh depresi karena tidak ada bukti yang ditemukan yang menunjukkan keterlibatan pihak lain.
Direktur Kejahatan Umum Polda Metro Jaya Kombes Sr. Tubagus Ade Hidayat mengatakan bukti yang ditemukan di tempat kejadian dan melalui investigasi forensik tidak menunjukkan bahwa pihak lain hadir pada saat kematian pria itu, yang diyakini telah terjadi antara 12 pagi dan 2 pagi pada 8 Juli.
Dari investigasi TKP dan penilaian para ahli serta bukti pendukung, para penyelidik sangat curiga bahwa dia bunuh diri," katanya saat konferensi pers televisi di markas Polda Metro Jaya, Sabtu.
Polisi mengatakan pria itu telah mengunjungi seorang spesialis di sebuah rumah sakit di Jakarta Pusat beberapa hari sebelum kematiannya mengenai kondisi medis yang bisa menjadi pemicu depresi.
Pria itu, 26, ditemukan tewas di pinggir jalan tol luar Jakarta Pesanggrahan oleh tiga anak lokal yang menerbangkan layang-layang sekitar pukul 11:45 pagi pada 11 Juli. Polisi kemudian membuka penyelidikan dan menanyai 34 saksi.AGENDOMINO
Tubagus mengatakan pemeriksaan lebih lanjut dari bukti di TKP menunjukkan bahwa kasus itu adalah bunuh diri, termasuk sepeda motor yang diparkir rapi yang tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan dan masih memiliki kunci dalam kunci kontak, pisau dan noda darah serta seuntai rambut dan bahwa cocok dengan DNA pria itu. Tidak ada bukti yang dapat menghubungkan individu lain dengan kasus yang ditemukan di tubuhnya atau di tempat kejadian, katanya.
Penyelidik juga menemukan DNA korban pada gagang dan ujung pisau. Saksi mata, termasuk petugas patroli setempat, juga mengatakan tidak ada indikasi keributan selama periode waktu itu. Selama autopsi, empat luka tusuk ditemukan di dada pria itu dan satu di lehernya.
Pakar forensik Polda Metro Jaya, Arif Wahyono, mengatakan tidak ada luka atau tanda-tanda kekerasan lain yang ditemukan pada mayat tersebut. Dia menjelaskan bahwa luka tusukan dangkal yang ditemukan pada tubuh kemungkinan besar merupakan luka percobaan yang biasa ditemukan dalam kasus bunuh diri.
Luka di lehernya diyakini sebagai penyebab kematiannya. Investigasi forensik juga menemukan bahwa manusia telah mengkonsumsi amfetamin, kata Arif. Polisi menduga bahwa konsumsi obat-obatan telah memicu dia untuk berani mengambil nyawanya sendiri.
Ayah korban mengatakan keluarga itu menolak untuk percaya bahwa dia telah bunuh diri. Dia mengatakan putranya tidak menunjukkan tanda kesedihan atau depresi sebelum kematiannya. "Sebagai orang tuanya, saya benar-benar kecewa dengan hasil [penyelidikan], karena tidak mungkin anak saya bunuh diri," katanya kepada Metro TV dalam wawancara televisi, Sabtu.






0 comments:
Post a Comment