Seputardalamberita:Asosiasi Jurnalis Indonesia (PWI) menyatakan kecewa atas gambar yang beredar luas dari daftar yang merinci nama beberapa jurnalis yang melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri dengan pemerintah, menyebutnya sebagai upaya "jahat" untuk mendiskreditkan anggota pers.
Dalam pernyataan tertulis yang dikeluarkan pada hari Senin, ketua dewan pejabat PWI Ilham Bintang mengklarifikasi bahwa gambar tersebut hanya menunjukkan daftar wartawan yang diundang untuk meliput mantan menteri kelautan dan perikanan Susi Pudjiastuti selama kunjungan resminya ke sejumlah negara, dan bahwa dalam tidak ada contoh praktik tercela terjadi.AGENDOMINO
"Ada pihak yang tidak bertanggung jawab yang membingkai daftar itu sebagai sesuatu yang bukan. Ini [dibingkai] seolah-olah anggaran [akomodasi] yang dibayar oleh pemerintah adalah bentuk suap, ”kata Ilham. "Itu asumsi berbahaya. Ini melecehkan dan mendiskreditkan profesionalisme dan kredibilitas jurnalis. "
AGENPOKER
Gambar itu, yang menjadi viral di media sosial, mencantumkan nama-nama jurnalis yang bekerja di beberapa outlet berita terkemuka, termasuk The Jakarta Post, Kompas dan Tempo. Para jurnalis meliput kunjungan resmi Susi ke beberapa negara di Eropa dan Asia, serta Amerika Serikat.
The Jakarta Post bergabung dengan kunjungan ke New York di bawah undangan resmi dari kementerian, di mana Susi mewakili Indonesia sebagai "sherpa" untuk Panel Tingkat Tinggi internasional tentang Membangun Ekonomi Laut Berkelanjutan







0 comments:
Post a Comment