Saturday, April 3, 2021

Taiwan berduka atas bencana kereta api paling mematikan dalam beberapa dekade


Seputardalamberita:
Tim penyelamat mulai memindahkan gerbong kereta yang rusak pada hari Sabtu setelah bencana rel terburuk di Taiwan dalam beberapa dekade menewaskan sedikitnya 50 orang, ketika bendera yang dikibarkan setengah tiang di sebuah pulau jatuh ke dalam duka. Para pejabat mengatakan tabrakan 

dahsyat pada hari Jumat disebabkan ketika sebuah kendaraan pemeliharaan kereta api yang diparkir tergelincir dari tanggul dan masuk ke rel. Sebuah kereta yang dipadati sebanyak 500 orang pada awal libur panjang akhir pekan lalu menabrak truk tersebut saat memasuki terowongan sempit di dekat kota pesisir timur Hualien.

Sopir truk - yang menurut pejabat kereta api mungkin gagal mengamankan rem parkir dengan benar - telah dibebaskan dengan jaminan setelah diinterogasi oleh jaksa penuntut dan dilarang meninggalkan Taiwan sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut. Tim penyelamat menggambarkan pemandangan 

mengerikan saat mereka bergegas ke terowongan dan menemukan bagian depan kereta hancur menjadi jaring logam yang bengkok. "Mobil nomor delapan mengalami cedera paling serius dan jumlah kematian," kata petugas penyelamat Chang Zi-chen kepada wartawan Sabtu, mengacu pada mobil 

penumpang paling depan. "Pada dasarnya lebih dari separuh gerbong itu terbelah dan tubuh semua ditumpuk menjadi satu." Tim spesialis menghabiskan berjam-jam untuk mengekstraksi korban dan penyintas pada hari Jumat. Pada hari Sabtu, fokus bergeser ke memindahkan gerbong yang sekarang 

memblokir satu setengah dari jalur kereta api di pesisir timur Taiwan yang terpencil dan bergunung-gunung. Seorang reporter AFP di tempat kejadian mengatakan gerbong yang rusak paling parah di dalam terowongan belum ditarik. Tim penyelamat mengatakan mayat lebih lanjut mungkin masih 

berada di dalam reruntuhan. Kementerian Dalam Negeri memerintahkan semua bendera diturunkan menjadi setengah tiang selama tiga hari sementara Presiden Tsai Ing-wen mengunjungi korban luka di rumah sakit Hualien. "Instansi pemerintah melakukan upaya habis-habisan dengan harapan dapat 

meminimalisir dampak bencana sehingga almarhum bisa beristirahat dengan tenang dan korban luka bisa segera pulih," katanya kepada wartawan. Kecelakaan pada Jumat pagi terjadi di awal Festival Penyapuan Makam, hari libur umum empat hari ketika banyak orang Taiwan kembali ke desa-desa 

untuk merapikan makam leluhur mereka. Lebih dari 175 orang dilarikan ke rumah sakit. Seorang warga negara Prancis termasuk di antara yang tewas. Para penyintas memberikan kesaksian mengerikan tentang penderitaan mereka di dalam kereta setelah kecelakaan itu.

0 comments:

Post a Comment