Thursday, April 1, 2021

Simpatisan ISIS di balik serangan markas polisi: pejabat


Seputardalamberita:
Seorang wanita bersenjata yang ditembak mati di markas besar Kepolisian Nasional pada hari Rabu adalah simpatisan Negara Islam, kata pihak berwenang, mengutip unggahan media sosial yang dia buat tak lama sebelum baku tembak yang fatal. Negara ini dalam keadaan siaga tinggi dalam beberapa hari 

terakhir setelah dua pelaku bom bunuh diri - yang diduga anggota kelompok ekstremis pro-ISIS - meledakkan diri di sebuah gereja di kota Makassar di pulau Sulawesi, melukai sekitar 20 orang. Pos terdepan polisi telah sering menjadi sasaran ekstremis Indonesia di masa lalu. Pada Rabu sore, wanita 

berusia 25 tahun yang mengenakan cadar dan gaun hitam panjang memasuki kompleks polisi di Jakarta Pusat dan menembaki petugas di pintu masuk, kata pihak berwenang. Gambar yang disiarkan oleh media lokal menunjukkan wanita itu jatuh ke tanah saat tembakan terdengar, sebelum terbaring tak bergerak saat 

polisi mengepung tubuhnya. "Dia adalah satu-satunya serigala yang mendukung ideologi ISIS dan ini terbukti dari unggahan media sosialnya," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada wartawan, Rabu malam. Pihak berwenang mengatakan mereka telah mengidentifikasi wanita itu sebagai seorang 

putus sekolah yang meninggalkan catatan bunuh diri di rumah keluarganya di Jakarta, yang mereka razia setelah baku tembak.

Dia telah memposting bendera ISIS dan tulisan tentang menjadi martir di akun Instagram yang baru dibuat, kata Prabowo. Pihak berwenang akan menyelidiki apakah wanita itu memiliki hubungan dengan kelompok ekstremis Indonesia yang mayoritas Muslim.

0 comments:

Post a Comment