Monday, April 5, 2021

Lebih dari 90 orang tewas di Flores, Timor Leste dilanda banjir, puluhan hilang


Seputardalamberita:
Topan tropis Seroja melanda Indonesia dan Timor Leste pada Senin setelah hujan lebat memicu banjir dan tanah longsor yang menewaskan sedikitnya 91 orang dan menyebabkan puluhan hilang. Angin kencang dan hujan deras, badai menambah kesengsaraan di negara-negara Asia Tenggara setelah bencana hari 

Minggu mengubah komunitas kecil menjadi tanah terlantar dari lumpur dan menumbangkan pohon serta memaksa ribuan orang berlindung. Hujan diperkirakan akan turun pada hari berikutnya karena badai memicu gelombang lepas pantai setinggi enam meter (20 kaki), kata badan bencana Indonesia. Topan, 

yang menambah kekuatan saat bergerak menuju pantai barat Australia, menghambat upaya untuk menjangkau korban selamat yang terperangkap. Badan penanggulangan bencana Indonesia mengatakan sedikitnya 70 orang telah tewas, dengan 70 lainnya hilang. Di Timor Leste, setidaknya 21 orang telah 

tewas menurut seorang pejabat di negara setengah pulau kecil berpenduduk 1,3 juta yang terletak antara Indonesia dan Australia itu. Banyak korban tewas terjadi di ibukota Timor Leste yang tergenang air, Dili, di mana bagian depan istana presiden diubah menjadi lubang lumpur.

Di kotamadya Flores Timur yang terpencil di Indonesia, semburan lumpur menyapu rumah, jembatan, dan jalan. Gambar dari badan pencarian dan penyelamatan Indonesia menunjukkan para pekerja menggali 

mayat yang tertutup lumpur sebelum memasukkannya ke dalam kantong mayat. Di Lembata, sebuah pulau di timur Flores, sebagian dari beberapa desa tersapu ke lereng gunung dan terbawa ke pantai lautan. Segera setelah banjir bandang mulai melanda distrik warga Basir Langoday di pagi hari, dia mendengar 

teriakan minta tolong dari rumah di dekatnya yang tertutup puing-puing. "Ada empat dari mereka di dalam. Tiga selamat tetapi satu lainnya tidak berhasil," katanya kepada wartawan. Langoday dan teman-temannya bergegas mencoba menyelamatkan pria yang terperangkap sebelum dia dihancurkan sampai mati.

0 comments:

Post a Comment