Seputardalamberita:Atlet Jepang di Olimpiade Musim Panas tidak akan memenuhi syarat untuk vaksinasi virus korona yang ditawarkan oleh China karena Jepang belum menyetujui vaksin tersebut, Menteri Olimpiade Tamayo Marukawa mengatakan pada hari Jumat, menurut penyiar publik NHK. Komite Olimpiade China
menawarkan dosis vaksin untuk peserta Olimpiade Tokyo tahun ini dan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, kata Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada hari Kamis. Pengumuman Presiden IOC Thomas Bach selama sesi online mengejutkan penyelenggara Olimpiade Tokyo, seperti Kepala Eksekutif Toshiro
Muto. Muto menolak mengomentari tawaran itu pada briefing Kamis setelah sesi. Pada hari Jumat, Marukawa mengatakan tidak ada perubahan dalam rencana penyelenggara Tokyo untuk Olimpiade yang aman, terlepas dari apakah peserta telah divaksinasi. "Saya pikir itu akan menjadi keputusan bagi negara-
negara di mana vaksin China telah disetujui," kata Marukawa NHK dalam konferensi pers reguler, berbicara tentang masalah apakah atlet akan menerima vaksinasi yang ditawarkan oleh China. "Saya tidak tahu ada perusahaan China yang telah mengajukan permohonan persetujuan di Jepang," tambahnya,
seraya mengatakan atlet Jepang tidak akan memenuhi syarat. "Kami mengambil langkah-langkah anti-infeksi yang komprehensif sehingga orang-orang dapat merasa aman untuk berpartisipasi dalam
Olimpiade Tokyo, bahkan tanpa vaksinasi," kata penyiar itu mengutipnya. "Tidak ada perubahan bahwa kami melanjutkan dengan asumsi orang tidak mendapatkan vaksinasi." Olimpiade Tokyo akan berlangsung dari 23 Juli hingga 8 Agustus, setelah ditunda selama setahun karena pandemi COVID-19.







0 comments:
Post a Comment