Seputardalamberita:Serangan terhadap katedral Indonesia pada hari Minggu adalah bom bunuh diri yang dilakukan oleh dua orang, kata Menteri Koordinator Politik, Menteri Hukum Keamanan. "Bom bunuh diri terjadi di gereja
katedral di Makassar," kata Mahfud MD kepada wartawan di Jakarta. "Kedua (pembom) itu tewas." Sekitar 20 lainnya terluka dalam ledakan itu ketika umat Kristiani di dalam tempat tersebut merayakan dimulainya Pekan Suci, kata menteri itu.
Itu adalah konfirmasi resmi pertama oleh pihak berwenang bahwa ledakan itu adalah serangan bunuh diri. Polisi mengatakan sedikitnya 20 orang terluka dalam ledakan itu. Satu kematian juga dikonfirmasi, kemungkinan salah satu dari dua orang di sepeda motor, juru bicara kepolisian nasional Argo Yuwono
mengatakan, menambahkan bahwa di antara yang terluka adalah pengunjung gereja dan petugas keamanan gereja. Seorang pejabat kemudian mengkonfirmasi bahwa dua orang "yang diduga pelaku bom bunuh diri" telah tewas. Ledakan itu terjadi saat Misa Minggu Palem di Katedral Hati Kudus Yesus di
Makassar, ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan. "Mereka mencoba memasuki kompleks gereja ketika kebaktian Misa baru saja berakhir tetapi dihentikan oleh penjaga keamanan gereja di pintu gerbang," kata
Argo dalam konferensi pers, menambahkan bahwa upaya untuk mengidentifikasi para pelaku sedang dilakukan. Dalam sebuah pernyataan, Presiden Joko Widodo mengecam ledakan itu sebagai "aksi teroris".
Dia meminta masyarakat untuk terus maju dan menghadiri kebaktian, dengan mengatakan negara akan menjamin keselamatan mereka. Argo mengatakan keamanan akan ditingkatkan di gereja-gereja di seluruh
negeri karena minggu suci bagi umat Kristen yang berakhir selama perayaan Paskah Minggu depan telah dimulai.







0 comments:
Post a Comment