Seputardalamberita:Perekam suara kokpit dari jet penumpang yang jatuh telah ditemukan, kata kementerian transportasi negara itu Rabu, lebih dari dua bulan setelah kecelakaan yang menewaskan 62 penumpang dan awak itu. Para pejabat mengatakan konferensi pers "mengenai penemuan Cockpit Voice Recorder" dari Sriwijaya
Air Boeing 737-500 akan diadakan Rabu pagi. Pesawat berusia 26 tahun - sebelumnya diterbangkan oleh Continental Airlines dan United Airlines yang berbasis di AS - jatuh sekitar 3.000 meter (10.000 kaki) ke perairan Jakarta hanya beberapa menit setelah lepas landas pada 9 Januari.
Penyelam telah mencari di Laut Jawa untuk menemukan perekam suara yang hilang - salah satu dari dua "kotak hitam" pesawat - yang merekam percakapan awak pesawat. Sebuah perekam data penerbangan sebelumnya diambil dari dasar laut yang penuh puing-puing. Laporan awal kecelakaan itu bulan lalu
mengatakan pilot Sriwijaya Air telah melaporkan banyak masalah dengan sistem throttle jet yang sudah tua sebelum kecelakaan fatal itu. Tetapi para penyelidik mengatakan masih terlalu dini untuk menentukan penyebab pastinya. Perekam suara kokpit dapat memberikan petunjuk penting tentang apa yang dikatakan
kru yang putus asa ketika penerbangan dari Jakarta ke Pontianak di Kalimantan jatuh. Indonesia, negara kepulauan Asia Tenggara yang sangat bergantung pada transportasi udara untuk menghubungkan ribuan pulau, telah mengalami serangkaian kecelakaan pesawat yang mematikan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada Oktober 2018, 189 orang tewas ketika sebuah jet Boeing 737 MAX dari Lion Air jatuh ke laut. Kecelakaan itu - dan kecelakaan lainnya di Ethiopia - menyebabkan 737 MAX di seluruh dunia dilarang terbang karena sistem anti-stall yang salah.







0 comments:
Post a Comment