Seputardalamberita:Petugas menembak dan membunuh seseorang yang memasuki markas besar Kepolisian Nasional di Jakarta pada Rabu sore, kata media lokal, dalam apa yang digambarkan pihak berwenang sebagai "dugaan serangan teror". Penyiar TV besar menayangkan gambar yang menunjukkan seorang wanita yang
mengenakan jilbab dan pakaian hitam panjang memasuki kompleks saat suara tembakan terdengar. Sosok yang sendirian jatuh ke tanah dan tidak bergerak setelah itu ketika polisi mengepung tubuh itu, gambar menunjukkan.
Pos polisi telah sering menjadi sasaran ekstremis Indonesia di masa lalu. Pihak berwenang tidak menanggapi permintaan komentar. Pertukaran di markas polisi di Jakarta Selatan terjadi beberapa hari setelah dua pelaku bom bunuh diri menyerang sebuah katedral Katolik di kota Makassar, Sulawesi
Selatan, melukai 20 orang. Beberapa dari yang terluka masih dalam perawatan intensif dirawat karena luka bakar yang serius. Pasangan pengantin baru yang dilaporkan menyerang gereja pada hari Minggu adalah anggota kelompok ekstremis pro-Islamic State (IS) Jamaah Ansharut Daulah (JAD), kata polisi,
memperingatkan kemungkinan serangan. Lebih dari selusin orang yang diduga terlibat dalam plot telah ditangkap dalam beberapa hari terakhir. Pasangan itu termasuk dalam kelompok studi Islam bersama dengan beberapa tersangka lainnya, kata polisi. Ledakan Minggu di katedral di Makassar itu terjadi
tepat setelah jemaah selesai merayakan Minggu Palem, hari pertama Pekan Suci menjelang Minggu Paskah. Serangan itu terjadi setelah penangkapan puluhan tersangka militan dalam beberapa bulan terakhir oleh pasukan kontraterorisme Polri Densus 88. Indonesia, negara berpenduduk mayoritas
Muslim terbesar di dunia, telah lama berjuang melawan militansi Islam dan telah mengalami sejumlah serangan yang menghancurkan di dua dekade terakhir. Bom Bali 2002 adalah serangan teror terburuk yang pernah terjadi di negara itu, menewaskan lebih dari 200 orang, terutama turis asing.







0 comments:
Post a Comment