Seputardalamberita:Indonesia telah menahan seorang wanita Inggris yang disebutkan dalam daftar tersangka teror global dan berencana untuk mendeportasi dia karena pelanggaran visa, kata pihak berwenang kepada AFP. Tazneen
Miriam Sailar - seorang mualaf kelahiran Manchester yang pernah menikah dengan seorang jihadis Indonesia yang sekarang sudah meninggal - tidak dituduh melakukan pelanggaran teror. Tapi dia dan
almarhum suaminya ada dalam daftar polisi yang diduga ekstremis dalam dan luar negeri, termasuk seorang Prancis yang muncul dalam video pemenggalan kepala Negara Islam (ISIS) dan satu lagi yang dekat dengan saudara-saudara yang membantai staf di majalah satir Charlie Hebdo. Sailar, 47, dan
putranya yang berusia 10 tahun di Indonesia, ditahan di Jakarta setelah mereka ditangkap tahun lalu atas tuduhan dia tidak memiliki dokumen untuk tetap tinggal di negara Asia Tenggara, menurut pengacaranya Farid Ghozali. "Dia dimasukkan (dalam tahanan) sambil menunggu kepulangannya yang akan difasilitasi
oleh Kedutaan Besar Inggris," kata juru bicara Direktorat Imigrasi Indonesia Ahmad Nursaleh kepada AFP, tanpa menjelaskan lebih lanjut. Kedutaan Besar Inggris di Jakarta menolak berkomentar dan tidak jelas kapan deportasi itu akan dilakukan.







0 comments:
Post a Comment