Seputardalamberita:Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia telah memastikan bahwa armada Boeing 777-300ER-nya aman untuk penerbangan karena regulator di negara lain meneliti model pesawat serupa. Garuda Indonesia mengatakan 10 Boeing 777-300ER miliknya berbeda dari Boeing B777-200 yang telah dilarang
terbang di Jepang dan sedang diselidiki di Amerika Serikat menyusul insiden tidak fatal beberapa hari sebelumnya. Model Garuda memiliki mesin General Electric GE90-115B, sementara yang lain memiliki mesin Pratt & Whitney (P&W) 4000-112, yang merupakan tipe di balik kerusakan penerbangan United
Airlines 328 di tengah penerbangan pada hari Sabtu. “Sebagai langkah kehati-hatian, Garuda Indonesia telah memeriksa seluruh armada B777-300ER miliknya. Hasil pemeriksaan menunjukkan semua suku cadang sudah bisa diservis dan layak terbang, kata Direktur Utama Garuda Irfan Saputra dalam
keterangannya, Senin malam. Dia menambahkan, hasil pemeriksaan sudah diserahkan kepada Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan yang membawahi standar perawatan pesawat. Pernyataan Garuda muncul setelah Jepang pada Minggu
memerintahkan dua maskapai penerbangan Jepang untuk menangguhkan penggunaan 777-nya dengan mesin P&W 4000, sementara Administrasi Penerbangan Federal (FAA) AS, juga pada Minggu,
memerintahkan inspeksi tambahan terhadap model-model itu. Puing-puing pesawat jatuh di pinggiran kota di Denver, Colorado, setelah United Airlines Flight 328, yang membawa 231 penumpang dan 10
anggota kru, mengalami kerusakan mesin kanan segera setelah lepas landas, menyebabkan sayap kanan terbakar. Untungnya, pesawat itu mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Denver tanpa ada
korban yang dilaporkan. Sebagai tanggapan, Boeing merekomendasikan agar maskapai penerbangan menangguhkan pengoperasian total 128.777 yang didukung oleh mesin P&W 4000, sampai FAA mengidentifikasi protokol inspeksi yang sesuai.







0 comments:
Post a Comment