Tuesday, February 9, 2021

Banjir memicu pemadaman listrik, evakuasi di ibu kota Indonesia


Seputardalamberita:
Banjir, hujan lebat, dan pemadaman listrik membuat orang mengungsi dari rumah mereka di beberapa bagian ibu kota Indonesia pada hari Senin, dengan kondisi - diperburuk oleh pola cuaca La Nina - diperkirakan akan berlanjut hingga Maret atau April. Lebih dari 1.000 orang di timur dan selatan Jakarta 

dievakuasi setelah hujan lebat semalam, media lokal melaporkan, dengan rumah tangga di sepanjang Sungai Ciliwung yang berkelok-kelok termasuk yang terkena dampak banjir terparah. “Kalau banjir makin besar, kita harus mengungsi ke tempat lain, tapi kalau masih setinggi ini, saya kira kita putuskan untuk 

tidak mengungsi,” kata warga Isti Barokah yang rumahnya terendam banjir. Sebagian besar barang kami sudah ada di lantai dua. "Rumah kayu di sepanjang sungai sebagian terendam air cokelat berlumpur. Anak-anak bermain air setinggi pinggang di depan rumah mereka. Petugas pemadam kebakaran yang 

mengenakan jaket pelampung merah memeriksa korban bencana. daerah, di mana mereka mengatakan beberapa penduduk lanjut usia dan anak-anak kecil dievakuasi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan hujan lebat di pulau Jawa yang padat, Bali dan bagian 

timur Indonesia. Indonesia sering mengalami banjir dan tanah longsor, terutama selama musim hujan dari November hingga Maret. Presiden Joko Widodo pada bulan Oktober mengingatkan dampak berbahaya dari pola cuaca La Nina, seperti banjir, tanah longsor dan kerugian pertanian, setelah BMKG mengindikasikan volume hujan bulanan bisa meningkat 20 persen-40 persen di atas normal level.

0 comments:

Post a Comment