Tuesday, January 12, 2021

Penyelam Angkatan Laut terus memburu kotak hitam Sriwijaya Air


Seputardalamberita:
Penyelam Angkatan Laut kembali hari Selasa ke dasar laut yang dipenuhi puing-puing di lepas pantai Jakarta dalam perburuan kotak hitam yang kemungkinan akan menjadi kunci untuk membuka misteri mengapa sebuah jet penumpang yang membawa 62 orang jatuh dari langit. Sekitar 3.600 personel 

mengambil bagian dalam upaya pemulihan, dibantu oleh puluhan kapal dan helikopter yang terbang di atas pulau-pulau kecil di lepas pantai ibu kota. Gambar bawah air dari Angkatan Laut Indonesia menunjukkan para penyelam menyelami kedalaman yang keruh saat mereka menyisir puing-puing 

pesawat Sriwijaya Air Boeing 737-500, yang jatuh sekitar 10.000 kaki (3.000 meter) dalam waktu kurang dari satu menit sebelum menabrak Laut Jawa pada Sabtu. Pihak berwenang sejauh ini tidak dapat menjelaskan mengapa pesawat berusia 26 tahun itu jatuh hanya empat menit setelah lepas landas. Tetapi 

mereka mengatakan mereka memiliki perkiraan lokasi kotak hitam setelah mengambil sinyal dari perangkat, yang merekam informasi tentang kecepatan, ketinggian dan arah pesawat serta percakapan awak pesawat. Data kotak hitam membantu menjelaskan hampir 90 persen dari semua kecelakaan, 

menurut pakar penerbangan. Tapi kotak itu bisa disembunyikan di bawah lapisan lumpur atau bangkai pesawat di perairan sedalam sekitar 23 meter (75 kaki), dan penyelam harus bergulat dengan arus yang kuat dan cuaca buruk. "Mereka harus melewati sampah dan puing-puing lainnya (di dasar laut) dan 

lumpur serta jarak pandang juga merupakan tantangan," kata Yusuf Latif, juru bicara Badan SAR Indonesia, Selasa. Badan tersebut mengerahkan kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh untuk membantu para penyelam, ketika penyelidik memeriksa bagian-bagian yang ditemukan dari puing-puing di pelabuhan.

0 comments:

Post a Comment