Monday, January 11, 2021

Pencarian pesawat jet Sriwijaya Air yang jatuh berfokus pada pencarian kotak hitam


Seputardalamberita:
Hari ketiga pencarian korban dan puing-puing kecelakaan B-737-500 di laut lepas Jakarta difokuskan pada Senin di daerah di mana perekam penerbangan "kotak hitam" berada pada hari sebelumnya. Pencarian sepanjang waktu, sekitar 2.600 penyelamat dengan 13 pesawat dan 53 kapal telah dikerahkan, menemukan 

sisa-sisa manusia yang diyakini dari 62 orang yang berada di pesawat Sriwijaya Air Penerbangan SJ182 serta dugaan puing-puing pesawat. "Pencarian difokuskan pada area yang lebih sempit dari sebelumnya tetapi dapat diperluas, tergantung pada arus laut dan gelombang yang dapat menyebabkan potongan-potongan bagian pesawat dan sisa-sisa manusia melayang lebih jauh," direktur operasional Badan 

Pencarian dan Penyelamatan Nasional Brigjen. Jenderal Rasman mengatakan kepada wartawan. Sejauh ini belum ditemukan korban selamat. Pesawat tersebut menghilang dari radar beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta pada Sabtu sore dan diperkirakan telah jatuh di antara pulau Laki dan Lancang di utara ibu kota. Pada hari Minggu, perekam penerbangan 

kotak hitam ditemukan di sekitar lokasi yang dicurigai jatuh, tetapi belum ditemukan. Di antara puing-puing yang ditemukan Minggu adalah turbin pesawat. Keberangkatan pesawat yang menuju Pontianak, ibu kota Provinsi Kalimantan Barat, sempat tertunda karena hujan deras. Pesawat lepas landas dari bandara utama Jakarta pada pukul 14:36 ​​dan semenit kemudian diminta untuk naik ke ketinggian 

29.000 kaki (8.839 meter). Namun, pada pukul 14:40, kendali lalu lintas udara menanyakan kepada pilot mengapa pesawat itu mengarah ke barat laut alih-alih jalur yang diharapkan. Beberapa detik kemudian, benda itu menghilang dari radar. Situs web pelacakan penerbangan Flightradar24 menunjukkan bahwa setelah lepas landas, pesawat naik ke ketinggian 10.900 kaki dalam waktu sekitar 

empat menit, tetapi kemudian turun tajam selama 21 detik berikutnya, dengan data terakhir yang diterima menempatkannya pada 250 kaki dari permukaan air. Penyebab kecelakaan masih belum diketahui. Nelayan setempat mengatakan kepada jaringan televisi bahwa ada hujan lebat pada saat 

kejadian dan mereka melihat sebuah pesawat jatuh ke laut. Mereka juga melaporkan mendengar dua ledakan. Badan Keselamatan Transportasi Nasional A.S. akan terlibat dalam penyelidikan karena pesawat itu dibuat di Amerika Serikat, sementara Biro Investigasi Keselamatan Transportasi Singapura 

juga menawarkan bantuan. Di antara 62 orang di dalam pesawat itu adalah 10 anak, termasuk tiga bayi, dan 12 anggota awak. Semuanya orang Indonesia.

0 comments:

Post a Comment