Thursday, January 21, 2021

Dipenuhi oleh pasien dari kota-kota terdekat, Jakarta beralih ke pemerintah pusat


Seputardalamberita:
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta pemerintah pusat untuk mengambil alih penanggulangan COVID-19 di Jabodetabek - yang meliputi Jakarta dan kota-kota sekitarnya - karena ibu kota kehabisan 

tempat tidur rumah sakit akibat banyaknya pasien dari kota-kota terdekat di mana Jakarta tidak memiliki yurisdiksi. Wakil Anies Ahmad Riza Patria seperti dikutip kompas.com mengatakan bahwa gubernur 

sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat, semoga bisa mengambil alih kendali situasi". Riza berharap pemerintah pusat dapat meningkatkan fasilitas kesehatan di Jabodetabek dengan menambah tempat tidur 

rumah sakit, menyarankan agar pemerintah pusat mengambil alih koordinasi pengendalian COVID-19 di setiap daerah, terutama ketika fasilitas kesehatan kewalahan. Dalam posting Instagram pada hari Rabu, pemerintah Jakarta mengatakan bahwa rumah sakitnya, pada 17 Januari, hanya memiliki 13 persen tempat 

tidur - atau sekitar 1.011 tempat tidur isolasi dan 192 tempat tidur perawatan intensif - gratis untuk menampung pasien COVID-19. Dikatakan, 24 persen dari total 8.890 tempat tidur isolasi dan perawatan 

intensif diisi oleh pasien dari Tangerang - yang berada di bawah administrasi Banten - dan Bogor, Depok, dan Bekasi - tiga kota di bawah yurisdiksi Jawa Barat. 63 persen tempat tidur sisanya ditempati oleh pasien Jakarta.

0 comments:

Post a Comment