Wednesday, January 6, 2021

Australia mengatakan Indonesia harus memastikan Ba'asyir bukan ancaman setelah dibebaskan


Seputardalamberita:
Pemerintah Indonesia harus memastikan ulama radikal dan tersangka dalang pemboman Bali 2002 tidak memicu lebih banyak kekerasan ketika dia dibebaskan dari penjara minggu ini, Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne mengatakan pada hari Selasa. Abu Bakar Bashir dipenjara pada tahun 2011 karena 

terkait dengan kamp pelatihan militan di provinsi Aceh, Indonesia. Dia dianggap sebagai pemimpin spiritual jaringan Jemaah Islamiah (JI) yang terkait dengan al-Qaeda, yang dituduh mengatur pemboman 

klub malam di pulau liburan Bali. "Kedutaan kami di Jakarta telah menjelaskan keprihatinan kami bahwa orang-orang seperti itu dicegah untuk menghasut orang lain untuk melakukan serangan di masa depan 

terhadap warga sipil yang tidak bersalah," kata Payne dalam sebuah pernyataan. Bashir, 82, membantah terlibat dalam bom Bali. Seorang pengacara untuk Bashir tidak segera menanggapi permintaan komentar tentang pembebasannya, yang dijadwalkan pada hari Jumat. Bom Bali menewaskan lebih dari 200 orang, 

di antaranya puluhan warga Australia. Para operator JI juga dituduh mengatur serangan terhadap J.W. Hotel Marriott di Jakarta yang menewaskan 12 orang pada tahun 2003. Seorang anggota senior JI diyakini telah membuat bom untuk kedua serangan tersebut. Payne mengatakan Australia telah memberi tahu Indonesia untuk memastikan dia tidak lagi berbahaya bagi orang lain.

0 comments:

Post a Comment