Seputardalamberita:Seiring meningkatnya kasus COVID-19 di Tasikmalaya, Jawa Barat, Penjabat Wali Kota Tasikmalaya M. Yusuf mengatakan pemerintah akan mengubah sebuah hotel di kota tersebut menjadi rumah sakit darurat COVID-19. "Kami hampir selesai dengan persiapan dan kemungkinan akan mulai beroperasi besok atau
lusa," kata Yusuf seperti dikutip kompas.com, Jumat. Pemerintah Kota Tasikmalaya memutuskan untuk mengubah salah satu hotelnya menjadi rumah sakit darurat karena asrama Universitas Negeri Siliwangi (UNS) yang telah diubah menjadi rumah sakit darurat, sudah beroperasi sesuai kapasitas. Selain itu,
beberapa rumah sakit di Tasikmalaya juga melaporkan ruang isolasi mereka penuh sesak. Yusuf mengatakan telah mencapai titik di mana 200 orang berada dalam daftar tunggu di rumah sakit setiap hari. Dia juga khawatir situasi seperti itu akan meningkatkan risiko penularan virus. "Hotel ini terletak di kawasan strategis dan beroperasi di bawah protokol kesehatan yang ketat," kata Yusuf.AGENDOMINO
Penjabat walikota mengatakan banyak pembawa COVID-19 menjalani isolasi sendiri di rumah mereka. Namun demikian, pendekatan seperti itu membawa risiko karena mengisolasi diri, tanpa mematuhi protokol kesehatan yang ketat, hanya akan membuat kelompok virus keluarga. Yusuf melanjutkan,
pihaknya sedang mengatur ruangan di rumah sakit dan menyiapkan peralatan medis, sesuai dengan protokol kesehatan COVID-19. Hotel ini terdiri dari 60 kamar, termasuk kamar mandi di setiap unit. Sebagian besar ruangan akan diubah menjadi ruang isolasi untuk pasien, sedangkan ruangan lainnya akan
digunakan oleh petugas kesehatan yang bertugas. “Akan ada 30 petugas kesehatan yang ditugaskan di fasilitas isolasi. Mereka akan bekerja secara bergilir, ”tambahnya. Selain hotel, Yusuf menambahkan, pihaknya sedang membangun RS tipe C dan D yang akan dijadikan alternatif RS darurat COVID-19. Ia
melanjutkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memberikan dana untuk menjalankan rumah sakit darurat tersebut. “Tapi saat ini kami menggunakan dana dari anggaran untuk pengeluaran yang tidak terduga,” ujarnya.







0 comments:
Post a Comment