Seputardalamberita:Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyalahkan lonjakan 1.648 kasus harian di provinsi itu pada Kamis karena ketidaksesuaian data. Gubernur mengatakan 1.000 dari 1.648 kasus yang dilaporkan Kementerian Kesehatan berasal dari data yang sudah kadaluwarsa.
Jadi kita tidak bisa menyebutnya lonjakan, ”kata Ridwan, Jumat, seraya menambahkan hal serupa diberitakan di Jawa Tengah. Dijelaskannya, untuk penyampaian laporan kasus, pemerintah daerah harus melalui dua tahap, tahap pertama laporan pengujian polymerase chain reaction (PCR) dan tahap kedua AGENDOMINO
penyampaian seluruh hasil data COVID-19. sistem, yang terhubung ke server Kementerian Kesehatan. Kemarin saya lihat Depok sebenarnya sudah mengupload 100 kasus, tapi gagal serahkan. Beberapa [daerah lain] juga melaporkan 100 kasus, tapi ternyata berbeda saat diumumkan, ”kata Ridwan. Dia
berharap kementerian dapat meningkatkan sistem pencocokan data, menambahkan bahwa dia memilih untuk menggunakan data yang dikirimkan oleh kota dan kabupaten untuk penanganan COVID-19 di Jawa
Barat. Hingga Jumat, Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat melaporkan total 55.807 kasus yang dikonfirmasi di 27 kabupaten dan kota dengan 46.402 pemulihan dan 947 kematian.







0 comments:
Post a Comment