Seputardalamberita:Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Universitas Indonesia (UI) telah tergabung dalam tim nasional pengembangan vaksin COVID-19. Kedua organisasi tersebut sekarang diizinkan untuk meneliti calon vaksin COVID-19 untuk membantu negara mengembangkan dan memproduksi satu di masa depan -
yang disebut vaksin Merah Putih. Menteri Riset dan Teknologi serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan Indonesia membutuhkan banyak dosis vaksin karena jumlah populasinya yang besar. Negara juga membutuhkan dosis untuk vaksinasi ulang. “Oleh AGENDOMINO
karena itu, selain kemitraan luar negeri untuk pengadaan vaksin, kita juga perlu mengembangkan vaksin di dalam negeri agar bisa mandiri,” ujarnya, Kamis, seperti dikutip kompas.id. “Kami berharap dengan keterlibatan LIPI dan UI dapat membantu memenuhi kebutuhan vaksin di Indonesia.” Sebelumnya, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dan Universitas Airlangga mendapat persetujuan kementerian untuk
membantu pengembangan vaksin Merah Putih. Pemerintah berharap bisa maju cepat melalui tahap pengembangan dan pengujian. "[Kandidat vaksin] ini sekitar 55 persen melalui tahap laboratorium," kata Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio pada Oktober lalu, seperti dikutip
tribunnews.com. “Diharapkan bulan depan sudah bisa dilakukan uji hewan praklinis, dan jika semuanya berjalan lancar kita bisa menyelesaikan pengembangan vaksinnya akhir tahun ini, dan awal tahun depan konsentrat vaksin sudah bisa diserahkan ke Bio Farma. calon vaksin sekarang akan menjalani uji coba pada Februari dan Maret tahun depan.







0 comments:
Post a Comment