Seputardalamberita:Kapasitas pengujian COVID-19 di Indonesia sedikit meningkat setiap minggu karena negara tersebut menargetkan untuk menguji 267.000 orang per minggu, seperti yang ditargetkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Menurut satuan tugas COVID-19 nasional, kapasitas pengujian mingguan
Indonesia mencapai 96,35 persen dari target WHO pada minggu pertama Desember. WHO telah menetapkan target setiap negara untuk menguji satu kasus yang dicurigai per 1.000 kepala populasi per minggu. Pekan lalu, Indonesia berhasil menguji 244.739 orang atau 90,64 persen dari target WHO, lapor satgas tersebut. Meski demikian, juru bicara Satgas Wiku Adisasmita mengatakan dengan
meningkatnya kapasitas pengujian COVID-19, Indonesia mencatat peningkatan jumlah kasus yang terkonfirmasi, artinya penyebaran virus corona di negara tersebut tetap tidak terkendali. “Mohon mengerti [situasi] dan bersikap kooperatif. Jangan sia-siakan semua kerja keras kita, ”ujarnya seperti dikutip antaranews.com, Selasa. Wiku juga mengimbau setiap pemerintah daerah untuk berkoordinasi
dengan satuan tugas COVID-19 nasional, terutama jika menghadapi kekurangan peralatan medis untuk merawat pasien. Dia juga mengatakan setiap daerah harus dapat memenuhi kebutuhan logistiknya untuk mengurangi penularan COVID-19 secara efektif. “Saya ingin setiap daerah segera melapor ke satuan tugas pusat jika Anda mengalami kekurangan pasokan medis, reagen, atau alat pelindung diri. Pastikan AGENDOMINO
setiap daerah memiliki logistik yang cukup untuk menangani pasien COVID-19 dengan baik, ”kata Wiku. Hingga Rabu, Indonesia telah melihat lebih dari 590.000 kasus terkonfirmasi kumulatif, termasuk lebih dari 487.000 pemulihan dan setidaknya 18.000 kematian. Saat situasi pandemi di Indonesia terus menurun, Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengancam pemerintah daerah dengan
“peringatan keras” jika peningkatan infeksi terus berlanjut, terutama daerah yang terus mengalami peningkatan kasus harian. “Tadi sudah saya katakan, kalau ada kenaikan lagi [ke depan], meski sedikit, segera saya tegurkan karena kita tidak ingin situasi ini berlarut-larut,” ujarnya pekan lalu. Jokowi juga
mengakui angka kematian COVID-19 Indonesia telah melebihi rata-rata case fatality rate (CFR) untuk virus corona karena CFR negara saat ini berada pada 3,1 persen, di atas rata-rata global 2,32 persen. Sebaliknya, laporan statistik pemerintah yang diterbitkan pada 30 November mengungkapkan bahwa
tingkat pemulihan COVID-19 Indonesia telah mencapai 83,6 persen, melampaui rata-rata global sebesar 69,03 persen. Laporan tersebut juga menyatakan bahwa Indonesia melihat peningkatan pada tingkat kasus aktifnya.







0 comments:
Post a Comment