Seputardalamberita:Karena mayoritas penularan COVID-19 di Jabodetabek berasal dari kelompok keluarga, seorang ahli paru mengimbau warga Jakarta untuk lebih tegas dalam mengikuti aturan kesehatan. “Beberapa laporan yang diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana [BNPB] menyatakan bahwa mayoritas kasus di Jakarta berasal dari gugus keluarga, di mana [seorang anggota keluarga] membawa virus ke dalam rumah,” kata
ahli paru Agus Dwi Sasonto, Jumat. Warga Jakarta, lanjutnya, perlu lebih memperhatikan risiko penularan virus corona di kalangan anggota keluarga. Situasi cluster keluarga menimbulkan pertanyaan tentang perlunya memakai masker di dalam rumah. Menurut Agus, melepas masker di dalam rumah boleh-boleh
saja asalkan setiap anggota keluarga mengikuti aturan kesehatan yang ketat saat beraktivitas di luar rumah. “Masalahnya, apakah kita benar-benar bisa menjamin bahwa ada anggota keluarga tertentu yang mengindahkan protokol? Oleh karena itu, mohon ikuti [anjuran kesehatan yang benar] agar kita bisa melepas masker di dalam rumah, ”ujarnya. Agus berpesan kepada masyarakat yang tidak yakin telah
mengikuti aturan kesehatan dengan baik untuk tetap menggunakan masker di dalam rumah, apalagi jika tinggal di sekitar orang yang tergolong kelompok rentan, “seperti lansia atau penderita penyakit penyerta”. “Kami harus menjaga jarak dari mereka, karena bisa jadi kami membawa virus dari luar [rumah],”AGENDOMINO
jelasnya. Gubernur Jakarta Anies Baswedan sebelumnya memperingatkan warga Jakarta selama akhir pekan panjang yang menyebabkan lonjakan kasus di provinsi tersebut. Dia menyatakan lonjakan kasus COVID-19 pada September karena long weekend pada Agustus. Anies juga mengingatkan agar situasi
seperti itu tidak terulang kembali. “[Melakukan perjalanan] akhir pekan yang panjang memang menggiurkan, tapi COVID-19 masih ada di sekitar kita. Tolong jangan sampai usaha bersama kita sia-sia, ”kata Anies melalui akun Instagram pribadinya, Selasa. Ratusan ribu warga Jakarta dilaporkan
meninggalkan kota selama akhir pekan lima hari dari 28 Oktober hingga 1 November. Operator jalan tol milik negara PT Jasa Marga melaporkan peningkatan 40 persen pengguna jalan tol pada akhir pekan yang panjang, sementara Soekarno- Bandara Internasional Hatta di Tangerang, Banten, menghitung 64.021 penumpang untuk lebih dari 600 penerbangan.







0 comments:
Post a Comment