Seputardalamberita:Indonesia mencatat rekor lain dalam infeksi virus korona harian pada hari Rabu ketika satuan tugas COVID-19 nasional mengonfirmasi 5.534 kasus baru selama 24 jam terakhir, tak lama setelah negara itu mengamati beberapa pelanggaran pengumpulan massal. Rekor sebelumnya adalah pada 13 November
ketika pihak berwenang mengkonfirmasi 5.444 kasus baru di seluruh nusantara, dua minggu setelah akhir pekan yang panjang di akhir Oktober. Kasus-kasus baru pada hari Rabu membuat penghitungan keseluruhan menjadi 511.836 kasus secara nasional. Satgas COVID-19 juga mengumumkan 114 kematian
baru, sehingga total kematian menjadi 16.225, dan 4.494 pemulihan baru, dengan total 429.807 pemulihan di negara itu. Sekarang ada 65.804 kasus aktif. Jakarta mencatat jumlah kasus harian baru tertinggi yaitu 1.273, diikuti oleh Jawa Tengah dengan 1.008 kasus baru, Jawa Barat dengan 741 dan Jawa Timur 402. AGENDOMINO
Namun, kasus aktif di Jawa Tengah telah melampaui Jakarta yang kini mencapai 11.746 dan 8.814, masing-masing. Jawa Timur terus memimpin jumlah korban tewas dengan 34 kematian baru, menjadikan penghitungannya menjadi 4.249, lebih tinggi dari Jakarta meskipun mencatat hanya setengah dari jumlah
kasus di ibu kota. Jakarta mencatat 17 kematian baru, dengan total 2.578 hingga saat ini. Sementara pemerintah pusat menyebutkan jumlah korban tewas di Jawa Tengah 2.162, situs resminya mencatat 36 kematian baru, menjadikan penghitungan menjadi 3.387, mengungkapkan kesenjangan lebih dari 1.000
kematian antara data pemerintah pusat dan provinsi. Juru bicara satuan tugas Wiku Adisasmito mengatakan pada Selasa bahwa long weekend yang diamati pada akhir Oktober telah menghasilkan peningkatan kasus positif sebesar 17 hingga 22 persen antara 8 November dan 22 November". Wiku
secara khusus memilih Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan penegak hukum, mendesak mereka untuk bertindak atas pelanggaran protokol kesehatan yang berlaku, yang memerlukan jarak fisik dan pembatasan pertemuan massal.







0 comments:
Post a Comment