Sunday, November 29, 2020

Gubernur Jawa Barat mengimbau libur akhir tahun lebih pendek


Seputardalamberita:
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyarankan agar pemerintah pusat mengurangi jumlah hari cuti bersama yang ditetapkan untuk liburan Natal dan Tahun Baru dan sebagai gantinya mempersingkat liburan akhir tahun untuk mengekang penyebaran COVID-19. Pemerintah telah membatalkan hari cuti kolektif 

yang dialokasikan untuk Idul Fitri tahun ini karena pandemi, menempelkannya hingga akhir tahun untuk mengganti hari libur yang hilang. Namun, Gubernur menegaskan, kali ini pemerintah harus mengurangi jumlah hari cuti bersama, bukan menghapus semuanya. Saya cenderung mengurangi [hari cuti kolektif], 

katanya, Sabtu. Dia mengatakan membatalkan liburan panjang akhir tahun akan berdampak pada ekonomi, tetapi mengakui bahwa dia khawatir jeda yang berkepanjangan, yang dijadwalkan berlangsung dari 24 Desember hingga 1 Januari 2021, dapat menyebabkan lonjakan kasus COVID-19 baru - seperti itu. AGENDOMINO

seperti yang terjadi setelah akhir pekan yang panjang di bulan Agustus dan Oktober. “Akan sangat sulit bagi kami untuk mengatasinya.” Libur akhir tahun 11 hari akan terdiri dari dua hari libur Natal biasa pada 24 dan 25 Desember, kemudian 26 dan 27 November akhir pekan, diikuti dengan hari libur 

kolektif Idul Fitri yang hilang, dari 28 hingga 31 Desember. Tahun Baru lalu akhir pekan 2 dan 3 Januari 2021. Ridwan mencontohkan, usai long weekend Oktober, Satgas COVID-19 Jabar melakukan rapid test terhadap 1.500 pengunjung berbagai destinasi wisata di provinsi tersebut dan menemukan 

bahwa 400 orang reaktif terhadap virus korona baru. Tes usap lanjutan menunjukkan bahwa 10 orang positif COVID-19. “Kami tidak melihat banyak kasus dari akhir pekan panjang bulan Oktober dibandingkan dengan kasus di bulan Agustus. Tapi ya, kami melihat lonjakan kasus yang terkonfirmasi, 

namun kepatuhan masyarakat dalam penggunaan masker, cuci tangan dan jarak fisik juga lebih baik, ”tambahnya. Tetapi angka-angka tersebut menunjukkan berbeda, dengan data Pusat Informasi dan Koordinasi (Pikobar) COVID-19 Jawa Barat mengungkapkan bahwa hingga Oktober, jumlah total 

infeksi COVID-19 di provinsi itu telah mencapai 14.133, dengan peningkatan rata-rata harian sebesar 456. kasus. Hingga Sabtu, Jawa Barat mencatat 15.250 penularan, dengan rata-rata kenaikan harian 544 kasus. Ridwan mengatakan 70 persen kasus baru COVID-19 di Jawa Barat berasal dari Bogor, Depok, dan Bekasi yang merupakan satelit episentrum virus negara, Jakarta.

0 comments:

Post a Comment