Seputardalamberita:Pemerintah Kota Depok di Jawa Barat mencari petugas kesehatan untuk merawat pasien COVID-19 di rumah sakit isolasi Makara, Universitas Indonesia. Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita mengatakan, lowongan yang dibuka adalah lulusan fakultas kedokteran, perawat (dengan ijazah
keperawatan), pegawai administrasi (bergelar ijazah), pegawai call center, petugas pengawasan dan promosi kesehatan (lulusan kesehatan masyarakat), ahli gizi dan psikolog. Selain persyaratan gelar, pelamar harus merupakan petugas kesehatan terdaftar atau anggota profesi tertentu, siap untuk bekerja
dengan kontrak tiga bulan dan tersedia untuk shift pada hari Sabtu, Minggu dan hari libur.Lamarannya bisa langsung dikirim ke rskarantina.umum@gmail.com, ”kata Novarita seraya menambahkan batas waktu pengajuan adalah Selasa pukul 09.00 waktu Jakarta. Pada hari Minggu saja, Depok mengonfirmasi
63 kasus baru COVID-19 dengan total 7.701 kasus. Kota ini telah mencatat 214 korban jiwa. Bulan lalu, pemerintah Jawa Barat mencari orang-orang dengan latar belakang medis untuk menjadi sukarelawan membantu mengurangi dampak COVID-19 di Depok. “Dinkes dan Depok mengusulkan rekrutmen untuk AGENDOMINO
meningkatkan penanganan COVID-19,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jabar Setiaji dalam sebuah pernyataan pada 14 Oktober. Rekrutmen itu dibuka hingga 31 Oktober. Tenaga medis yang dibutuhkan adalah Apoteker berpengalaman, radiografer, fisioterapis, telekonsultan, dokter, perawat,
petugas kebersihan lingkungan, ahli gizi, dokter umum dan pekerja teknologi laboratorium. Depok, bersama dengan Bogor dan Bekasi, menjadi penyumbang mayoritas kasus COVID-19 baru di Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan telah mengajukan prioritas Depok dalam upaya
vaksinasi COVID-19 ke depan. “Saya sudah mengusulkan agar Depok menjadi salah satu daerah yang mendapat vaksin pertama. Tapi tetap akan dilakukan bertahap, dimulai dari kelompok masyarakat yang paling rentan, ”ujarnya 13 Oktober lalu







0 comments:
Post a Comment