Seputardalamberita:Apa yang dimulai sebagai protes damai terhadap Undang-Undang Penciptaan Kerja berubah menjadi kerusuhan pada hari Selasa ketika perlawanan kekerasan terhadap undang-undang kontroversial terus berlanjut di ibu kota. Orang-orang tak dikenal dilaporkan melemparkan botol dan batu ke petugas polisi di
dekat Monumen Arjuna Wiwaha, yang juga dikenal sebagai Patung Kuda, di Jakarta Pusat, seperti pengunjuk rasa dari Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Nasional Pengamanan Fatwa (GNPF) dan Persaudaraan Alumni 212 mulai bubar. Pukul 15.45, pengunjuk rasa yang sebagian besar berbaju putih
dan memakai topi mulai meninggalkan lokasi. Kapolres Jakarta Pusat Kombes. Heru Novianto mengimbau massa tetap tenang saat berangkat. “Ini adalah protes damai. Sekarang unjuk rasa sudah berakhir, ayo pulang dengan damai. Kelompok FPI tolong jaga situasi [terkendali] dan jangan sampai
terjadi kerusuhan, ”kata Heru kepada massa. Namun, sekelompok orang tanpa atribut menolak meninggalkan daerah tersebut. Bentrokan meletus ketika massa dilaporkan mulai melemparkan botol mineral dan batu ke barikade polisi, yang dibalas polisi dengan gas air mata yang ditembakkan di dekat AGENDOMINO
Patung Kuda. Bentrokan juga meletus di dekat kawasan Tugu Tani, juga di Jakarta Pusat, pada pukul 17.00, di mana para perusuh membakar berbagai barang di tengah bundaran dekat Bundaran Hotel Indonesia, sementara itu, massa diduga berusaha merebut kendali sebuah mobil pickup. . Kapolres Jakarta
Insp. Jenderal Nana Sudjana mengatakan polisi telah menangkap sekitar 500 orang yang diduga memprovokasi para pengunjuk rasa untuk memulai bentrokan. Dia menduga mereka telah menyusup ke
massa untuk memicu kerusuhan dengan melemparkan benda-benda ke personel polisi. “Ada sekitar 600 orang yang memprovokasi massa. Kami [Polisi] awalnya siaga, tapi mereka terus melemparkan [barang] ke petugas keamanan. Saat itu, kami mendorong dan menangkap mereka, ”ujarnya.







0 comments:
Post a Comment