Sunday, October 4, 2020

Pemerintah percepat impor obat COVID-19


Seputardalamberita:
Dalam upaya memberikan pengobatan yang lebih baik untuk pasien COVID-19 dan membantu menurunkan angka kematian akibat pandemi, pemerintah telah mulai mengamankan sejumlah besar terapi yang dapat melawan penyakit tersebut. Data Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi 

menunjukkan bahwa pemerintah telah memberikan ijin kepada kontraktor untuk mengimpor terapi COVID-19 seperti remdesivir, favipiravir, oseltamivir dan lopinavir-ritonavir, yang semuanya akan didistribusikan langsung ke rumah sakit yang merawat pasien virus corona. Data menunjukkan bahwa 

pada akhir tahun 2020, pemerintah mengharapkan untuk mendapatkan 670.000 botol remdesivir dari sumber asing, tetapi mengharapkan obat tersebut akan diproduksi di negara tersebut mulai November. Sejauh ini, Remdesivir merupakan satu-satunya terapi yang bekerja secara langsung melawan virus AGENDOMINO

corona. Obat antivirus selama lima hari mempercepat pemulihan pada pasien yang sakit ringan dengan pneumonia akibat COVID-19, kata pembuat obat Gilead Sciences dalam sebuah pernyataan. Administrasi Makanan dan Obat Amerika Serikat belum mengizinkan remdesivir tetapi memberi izin penggunaan 

darurat Gilead. Obat tersebut berharga US $ 2.340 untuk pengobatan selama lima hari. Pemerintah menargetkan hingga November nanti, produsen obat lokal PT Kimia Farma bisa memproduksi 400.000 botol. Pada bulan Oktober, pemerintah mengharapkan untuk mendapatkan 50.000 botol remdesivir dari 

PT Amarox Pharma Global, anak perusahaan dari perusahaan farmasi generik terkemuka di India, Hetero. Pada bulan September, Hetero membawa 10.000 botol. Selain remdesivir, pemerintah juga mempercepat pengiriman obat influenza oseltamivir dan favipiravir, serta obat antiretroviral lopinavir-ritonavir. Untuk 

AGENPOKER 

oseltamivir, pemerintah sudah memberikan kewenangan kepada Kimia Farma dan Amarox untuk pengadaan lebih dari 7 juta kapsul. Untuk favipiravir, pemerintah memesan 3,7 juta tablet dari tiga 

perusahaan, Beta Pharmacon, Kimia Farma, dan Daewoong Infion. Sedangkan empat perusahaan farmasi Amarox, Abbot, Sampharindo dan Kimia Farma bersama-sama akan mendatangkan 2.510.000 tablet lopinovir-ritonavir.

0 comments:

Post a Comment