Seputardalamberita:Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro yang juga mengepalai Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menyatakan target sebuah perusahaan milik negara memproduksi 2 juta alat uji polymerase chain reaction (PCR) untuk COVID-19 per bulan. “Produksi sekarang diperkirakan 1,5 juta
unit per bulan dan akan meningkat menjadi 2 juta per bulan,” kata Bambang dalam jumpa pers virtual, Selasa seperti dikutip tribunnews.com. Pemerintah bekerja sama dengan perusahaan farmasi milik negara PT Biofarma untuk memproduksi test kit PCR. Selain alat tes PCR, konsorsium penelitian COVID-19
BRIN juga membuat alat tes cepat berbasis antibodi, saat ini sekitar 350.000 per bulan. “Harapannya produksi rapid test kit berbasis antibodi bisa mencapai 1 juta unit per bulan hingga akhir tahun ini,” kata Bambang. Pemerintah telah bermitra dengan dua perusahaan swasta untuk memproduksi alat tes cepat
berbasis antibodi dan berharap dua perusahaan swasta dalam negeri lainnya akan bergabung dalam upaya tersebut. Produksi kit uji PCR adalah bagian dari sembilan langkah inovatif yang diambil oleh konsorsium untuk mendukung penanggulangan pandemi di Indonesia. Konsorsium tersebut melibatkan lembaga
negara serta sektor swasta dan universitas yang mahir dalam studi terkait kesehatan. Selain alat tes, konsorsium riset telah mengembangkan ventilator untuk digunakan dalam perawatan pasien. Salah satu ventilator produksi dalam negeri adalah Vent-I yang dikembangkan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) AGENDOMINO
Jawa Barat, Universitas Padjajaran (Unpad) dan Yayasan Masjid Salman. Konsorsium riset juga akan memproduksi robot bantuan medis bernama RAISA untuk membantu memberikan obat bagi pasien rawat
inap. Pihaknya juga akan mengembangkan beberapa obat untuk mengobati pasien COVID-19, termasuk plasma sembuh yang diambil dari pasien yang sudah sembuh serta imunomodulator herbal dan obat
antivirus, masing-masing, untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan meredakan gejala pada pasien. Beberapa perguruan tinggi yang berbasis di Jawa Barat menggunakan sumber daya inovasinya untuk mengatasi pandemi, dengan Unpad dan ITB telah bekerja sama untuk mengembangkan sensor Surface
Plasmon Resonance (SPR). Unpad bekerjasama dengan perusahaan swasta PT Tekad Mandiri Citra dan PT Pakar Biomedika Indonesia juga telah mengembangkan tes deteksi antigen cepat, CePAD







0 comments:
Post a Comment