Friday, October 2, 2020

Pasien COVID-19 di Jawa Timur meninggal dua hari setelah dinyatakan sembuh


Seputardalamberita:
Seorang warga Ponorogo, Jawa Timur, meninggal dua hari setelah sembuh dari infeksi virus corona. Pasien 329 dari Kecamatan Jambon meninggal dua hari setelah dinyatakan sembuh dari COVID-19, kata Penjabat Bupati Ponorogo Soedjarno, Kamis, seperti dilansir kompas.com. Menurut Soedjarno, pasien 

tersebut dinyatakan sembuh dari virus corona pada Senin, namun meninggal pada Rabu saat diisolasi sendiri di rumah. Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo Rahayu Kusdarini mengatakan pasien memiliki penyakit penyerta, namun tidak menjelaskan lebih lanjut. Sebelumnya, kepala satuan tugas COVID-19 

Nasional Doni Monardo mengatakan bahwa 92 persen pasien COVID-19 di wilayah tertentu negara itu memiliki penyakit penyerta, menempatkan mereka pada risiko tinggi terkena penyakit tersebut. Berdasarkan data enam bulan terakhir, hingga 92 persen pasien di beberapa daerah memiliki faktor 

komorbiditas, dengan diabetes yang paling banyak terjadi,” katanya saat diskusi publik pada 16 September seperti dikutip kompas.com. Ia menambahkan, provinsi dengan jumlah penderita diabetes COVID-19 tertinggi adalah Jawa Timur. Faktor penyerta terbanyak kedua pada pasien COVID-19 adalah hipertensi, 

disusul penyakit jantung, paru-paru dan gangguan pernafasan, gangguan ginjal, asma dan kanker. “COVID-19 sangat mematikan bagi kelompok berisiko tinggi [orang tua dan pasien dengan faktor komorbiditas],” katanya. Oleh karena itu, kata Doni, prioritas utama pemerintah adalah melindungi AGENDOMINO

kelompok-kelompok rentan ini, sembari meningkatkan kapasitas pengujian dan mengoptimalkan pelacakan kontak. “Kami menguji lebih dari 30.000 spesimen sehari. Namun, angka ini masih di bawah 38.000 orang per hari yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), katanya. Secara 

terpisah, seorang pasien di Medan, Sumatera Utara, dilaporkan positif COVID-19 sebulan setelah sembuh dari penyakit yang sama. Ori Kurniawan adalah orang pertama yang diketahui terinfeksi kembali di Sumatera Utara dan sekarang diisolasi di sebuah rumah sakit di Medan. Ori, 25, yang bekerja sebagai 

AGENPOKER 

asisten Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah, dinyatakan sembuh dari COVID-19 oleh dokter di Rumah Sakit Adam Malik di Medan pada 6 April setelah diisolasi sejak 25 Maret. Sumatera Utara 

COVID- Juru bicara gugus tugas tanggap cepat 19 Aris Yudhariasyah mengatakan itu adalah kasus infeksi ulang pertama di provinsi itu. “[Dia] adalah pasien COVID-19 pertama [di Sumatera Utara] yang mengalami reaktivasi dan reinfeksi [virus], tetapi di mana dia terinfeksi kembali masih belum jelas.

0 comments:

Post a Comment