Seputardalamberita:Sebagai bagian dari upaya bangsa untuk mengatasi COVID-19, perubahan perilaku masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan sangat penting, dan keluarga memainkan peran penting dalam mendukung perubahan tersebut. Segera setelah Indonesia menemukan kelompok virus keluarga pada bulan Agustus,
yang berkontribusi pada kasus negara secara keseluruhan, pemerintah fokus pada peran penting keluarga dalam membantu mendidik masyarakat tentang cara mengekang penularan COVID-19. Untuk mendukung sikap tersebut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, bekerja sama dengan
Kementerian Kesehatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), merilis protokol kesehatan khusus untuk memandu keluarga dalam menjalankan perannya. Protokol tersedia di situs kementerian, berjarak.kemenpppa.go.id, serta akun media sosial. “Penularan virus corona cukup cepat.
Setiap anggota keluarga berpotensi tertular dan menyebarkan virus. Kita perlu terus mengedepankan protokol '3M', karena mengubah perilaku masyarakat untuk hidup sehat bukanlah tugas yang mudah, ”kata Wakil Sekretaris Kementerian untuk Partisipasi Publik, Indra Gunawan, dalam sebuah pernyataan, Rabu,AGENDOMINO
mengacu pada protokol yang mencakup pemakaian topeng, cuci tangan dan jarak fisik. “Dan ibu-ibu yang kebanyakan mengurus keluarga, memiliki peran yang sangat penting [dalam kampanye ini],” tambahnya. Juru bicara kementerian, Ratna Susianawati, juga menekankan pentingnya peran ibu dalam kampanye
tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka diyakini sebagai pengawas terbaik dalam keluarga. “Setiap anggota keluarga memiliki peran sebagai agent of change dalam melaksanakan dan mendidik sesama tentang protokol kesehatan di depan umum. Sedangkan ibu memastikan keselamatan anggota keluarganya,
”tambahnya. Kepala Subdirektorat Kapasitas Kerja Kementerian Kesehatan, Rusmiyati, mengatakan pemakaian masker, cuci tangan, dan jarak fisik harus ada dalam satu paket.







0 comments:
Post a Comment