Seputardalamberita:Jawa Barat dan Banten telah mengurangi jumlah wilayah yang dikategorikan sebagai zona merah berisiko tinggi COVID-19. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memposting di akun Instagram-nya pada hari Selasa gambar peta risiko dengan keterangan yang menjelaskan bahwa provinsi itu memiliki dua zona
merah: Kabupaten Bekasi dan Kota Cirebon. Empat wilayah kini telah dikategorikan sebagai zona kuning risiko rendah sedangkan 21 wilayah sisanya dikategorikan sebagai zona oranye risiko sedang. "Bulan lalu kami masih memiliki tujuh zona merah," kata keterangan tersebut. Sebagai kesimpulan, caption tersebut
mengimbau masyarakat untuk disiplin mengikuti 3M sambil menunggu vaksin. 3M mengacu pada tata tertib kesehatan penggunaan masker, penggunaan tangan (handwashing), dan menjaga jarak (social distancing). Satgas Nasional COVID-19 sebelumnya telah mengingatkan masyarakat bahwa disiplin
dalam mengikuti 3M merupakan cara masyarakat dapat berkontribusi memutus rantai penularan COVID-19. Sementara di Banten, Tangerang Selatan menjadi satu-satunya kota yang masuk zona merah setelah tujuh wilayah lainnya diturunkan menjadi zona oranye. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Banten, AGENDOMINO
kabupaten dan kota yang masuk zona oranye adalah Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Serang, dan Kota Cilegon. Kabupaten Tangerang menjadi wilayah terbaru yang diturunkan dari zona merah bulan ini. Menurut juru bicara
Satgas COVID-19 Tangerang Hendra Tarmizi, jumlah kasus positif COVID-19 mulai berkurang pada bulan ini. "Jumlah pasien rawat inap di rumah sakit dan angka kematian juga menurun," kata Hendra seperti dikutip kompas.com, Selasa. Selain itu, menurut Hendra, pihak berwenang juga telah
meningkatkan tindakan pengujian, penelusuran, dan pengobatan karena sebagian besar kasus COVID-19 di Kabupaten Tangerang tidak menunjukkan gejala. Pasien tanpa gejala dikarantina di hotel dengan 180 tempat tidur







0 comments:
Post a Comment