Seputardalamberita:Sejumlah gugus COVID-19 bermunculan di pesantren di Jakarta, Yogyakarta, dan Jawa Tengah. Sebanyak 200 mahasiswa Institut Studi Alquran (PTIQ) di Cilandak, Jakarta Selatan, dinyatakan positif COVID-19.
Para siswa diangkut dengan bus ke fasilitas isolasi di perkampungan atlet Kemayoran dan Menara Pademangan, Jakarta Pusat, tanpa pemberitahuan kepada orang tua mereka, wartakota.tribunnews.com melaporkan, Senin. “Lembaga belum memberi tahu saya tentang apa pun. Saya bahkan tidak tahu di
menara mana anak saya tinggal, ”kata salah satu orang tua yang tidak disebutkan namanya. Sebelumnya dilaporkan bahwa seorang siswa yang tinggal di asrama sekolah telah terjangkit COVID-19. Sekolah tersebut terus mengadakan kelas tatap muka, meskipun telah diberlakukan kembali pembatasan sosialAGENDOMINO
skala besar (PSBB) di Jakarta sejak 14 September. Sementara itu, di Yogyakarta, lebih dari 100 siswa dari dua pesantren.Sejumlah besar kasus COVID-19 juga terdeteksi di sebuah pesantren di Banyumas, Jawa Tengah. "Kami sudah mengumpulkan dan menguji 631 sampel, 328 di antaranya positif," kata Sekretaris
Daerah Banyumas Wahyu Budi Saptono seperti dilansir Antara. Pasien COVID-19 yang menunjukkan gejala dirawat di RSUD Prof.DR Margono Soekarjo Purwanegara, sedangkan pasien asimtomatik dibawa ke fasilitas karantina di Baturaden. Selain pondok pesantren di Purwanegara, pesantren lain di desa
Karanggintung di Kabupaten Sumbang, Banyumas melaporkan bahwa 11 siswanya juga terjangkit COVID-19. Secara terpisah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan perlu adanya kolaborasi antara pemerintah, kiai, dan pengelola sekolah untuk membendung klaster infeksi COVID-19 di
pesantren. “Semua pemangku kepentingan mulai dari kiai hingga pengelola sekolah dan pemerintah harus bekerja sama untuk menyusun protokol kesehatan di pesantren,” ujarnya seperti dikutip







0 comments:
Post a Comment