Seputardalamberita:Sebagian besar anak muda masih tidak percaya bahwa mereka dapat terinfeksi COVID-19, menurut survei yang dilakukan oleh Statistic Indonesia (BPS). Survei tersebut menunjukkan bahwa 17 dari 100 responden berusia 17 hingga 30 tahun mengatakan mereka tidak yakin mereka dapat terpapar COVID-19. “Asumsi
ini sangat disayangkan, karena [banyak] orang masih berpikiran seperti itu, bahkan mereka tidak percaya COVID-19 itu ada,” kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M. Faqih, Rabu, saat peluncuran virtual Kampanye #PesanPemuda, sebuah program untuk mengedukasi remaja tentang pentingnya
kebersihan, seperti dikutip dari tempo.co. Menurut Daeng, selama belum ada pasien positif COVID-19 di lingkungannya, mereka menganggap itu tidak nyata. Karenanya, mereka mengabaikan protokol kesehatan. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa kurangnya sanksi dan gagasan bahwa protokol kesehatan '
merepotkan' menjelaskan pembangkangan masyarakat terkait dengan protokol kesehatan. Anggota IDI Nadia Alaydrus mengatakan anak muda yang merasa tidak rentan terhadap COVID-19 dan enggan mematuhi protokol kesehatan berasumsi mereka memiliki sistem kekebalan yang kuat. "Bisa juga karena AGENDOMINO
merasa bosan dan ingin kembali ke kehidupan normal sebelum pandemi, yang membuat mereka enggan untuk mematuhi protokol kesehatan," katanya. Karenanya, Nadia memberikan edukasi yang menyasar anak muda melalui video di TikTok. "Inilah mengapa saya terus mengedukasi masyarakat, terutama yang
berusia 17 hingga 30 tahun, untuk mematuhi protokol kesehatan," katanya, seraya menambahkan bahwa ia memilih TikTok karena aplikasinya sangat populer di kalangan kelompok usia tersebut. Organisasi Kesehatan Dunia mengungkapkan pada bulan Agustus bahwa proporsi mereka yang berusia 15 hingga 24
tahun yang terinfeksi COVID-19 telah meningkat tiga kali lipat dalam waktu sekitar lima bulan. Analisis WHO terhadap 6 juta infeksi antara 24 Februari dan 12 Juli menemukan bahwa persentase orang berusia 15-24 tahun naik menjadi 15 persen dari 4,5 persen. Pada September, KawalCOVID-19, kelompok relawan yang secara independen mencatat jumlah kasus virus dan kematian di Indonesia, juga mencatat
case fatality rate (CFR) sebesar 0,9 persen di antara anak-anak, atau orang berusia 17 tahun ke bawah, yang 45 kali lebih tinggi dari. di Amerika Serikat yang angkanya 0,02 persen. "Kami telah mengatakan ini sebelumnya dan kami akan mengatakannya lagi: Orang muda tidak terkalahkan," kata direktur jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dikutip dari Reuters.







0 comments:
Post a Comment