Seputardalamberita:Dalam apa yang tampaknya menjadi ironi dalam perjuangan negara melawan virus corona, Kantor Kementerian Kesehatan di Kuningan, Jakarta Selatan, ternyata menjadi cluster virus terbesar di ibu kota, menurut catatan pejabat kesehatan setempat. Visualisasi data oleh pemerintah Jakarta menunjukkan bahwa
kementerian memiliki 252 kasus yang dikonfirmasi pada hari Jumat, lebih banyak daripada cluster lain di ibu kota, termasuk kantor, pasar tradisional, dan tempat ibadah. Kantor pemerintahan lainnya juga tercatat paling banyak kasusnya, yakni Kementerian Perhubungan (175), Komisi Pemberantasan Korupsi (106),
Badan Pengawas Obat dan Makanan (89) serta Pangkalan Penjaga Pantai dan Laut Tanjung Priok Kelas I ( 88). Sejumlah pejabat tinggi pemerintah termasuk di antara mereka yang terinfeksi virus tersebut. Sekretaris Jakarta Saefullah meninggal pada hari Rabu setelah dinyatakan positif COVID-19 dan dirawat AGENDOMINO
di rumah sakit. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman yang sibuk mempersiapkan pilkada Desember juga dinyatakan positif mengidap virus tersebut. Dicky Budiman, ahli epidemiologi Indonesia di Griffith University Australia, mengatakan banyaknya kasus di Kementerian Kesehatan merupakan
tanda protokol kesehatan yang tidak efektif yang menyisakan ruang untuk penularan. “Ada persepsi yang salah tentang protokol kesehatan. Orang mengira menjaga jarak secara fisik, memakai masker, dan mencuci tangan sudah cukup, tetapi itu tidak akan efektif tanpa pemeriksaan rutin setiap dua minggu bagi
orang yang bepergian ke luar atau bekerja di kantor untuk memastikan mereka tidak membawa virus, "kata Dicky kepada The Jakarta. Posting pada hari Jumat. Masdalina Pane dari Perhimpunan Ahli
Epidemiologi Indonesia (PAEI) mengatakan penyelidikan epidemiologi harus dilakukan untuk mengetahui bagaimana penularan terjadi di antara mereka yang terinfeksi dalam suatu cluster. Dia mengatakan penularan mungkin terjadi di kantor atau tempat lain seperti transportasi umum.







0 comments:
Post a Comment